Arsip Bulanan: Februari 2010

Terpaksa Merubah Rencana

salaman © www.pakacil.comSaya mampir ke kantor polsek yang terdekat dengan rumah target dan melakukan sedikit pembicaraan dengan bapak/ibu polisi yang ada di Polsek tersebut. Melalui sebuah pengaturan dan berbagai alasan, targetnya adalah harus berhasil mendatangkan target ke kantor polsek dengan prinsip ada masalah yang harus diselesaikan. Antara dua saja, kalau tidak saya, maka target yang bermasalah. Soal ini tergantung situasi di lapangan.

Namun, setelah selesai melakukan cross check alamat target, saya jadi pesimis bahwa rencana di atas itu akan berhasil. Analisis tersebut di dasarkan pada salah satu kata pada nama komplek alamat target. Sederhananya, saya sangat tidak yakin kalau pak polisi berani. Terlebih lagi apa yang disampaikan oleh sopir taksi pada saya. Sopir yang mengantarkan saya itu bilang …

Selengkapnya...

Piring

“Bu, Amin mau burung itu, yang di atas pohon itu. Amin suka”.
“Min, kasihan kan kalau dia ditangkap. Apalagi Amin belum punya sangkarnya”.

“Kan bisa di kamar Amin, biar bisa jadi teman Amin”.
“Kau ini Nak, kan dia lebih suka dan bebas seperti itu dari pada dikurung, sama seperti kita, manusia”.

“Bapak artinya juga tidak suka dikurung ya Bu ?”
Sang ibu tertegun sejenak. Sesaat pandangannya menerawang. Jauh menembus dinding papan rumah sewaan ia dan anaknya yang satu-satunya itu. “Sudahlah Min. Kamu lapar kan ? Ibu masak dulu ya”.

Anak kecil yang bernama Amin itu kini berlari menuju lapangan di mana ia biasa berkumpul dengan teman sebaya. Menghabiskan waktu kecil dengan begitu bahagia. Syaifullah Aminuddin, begitu nama lengkapnya. Dengan bangga ia menceritakan arti namanya kepada orang-orang yang ditemuinya, apabila mereka menanyakan nama lengkapnya.

Selengkapnya...

dan pada akhirnya …

Jarum jam dinding sudah menunjukkan lebih dari pukul 2 dini hari. Hujan di luar sana, agak dingin terasa di dalam sini, dalam ruangan ini, tempat di mana biasa saya berada. Banjarbaru, 1 Februari 2010. Demikian kalender sebutkan dalam angka dan nama.

“Hello darkness, my old friend. I’ve come to talk with you again. Because a vision softly creeping. Left its seeds while I was sleeping, and the vision that was planted in my brain, still remains. Within the sound of silence…”, demikian alunan lirik The Sound of Silences yang dibawakan Simon & Garfunkel, menemani saya malam ini.

Ya … di luar masih tedengar suara hujan meski tak selebat semula. Mungkin berbanding lurus, dingin di dalam sini pun terasa berkurang. The Dance yang dibawakan Garth Brooks kini menemani saya. “And now I’m glad I didn’t know. The way it all would end the way it all would go. Our lives are better left to chance. I could have missed the pain…”, katanya bernyanyi.

Selengkapnya...


Aruh Blogger 2012 | Kalimantan SelatanAjang silaturahim antar komunitas Online di Kalimantan Selatan baik itu Blogger, forum, jejaring sosial, dll. Sekaligus sebagai upaya menggali dan berbagi wawasan tentang budaya lokal (Banjar) dan dunia teknologi informasi. Klik: Info Lengkap

 

Kamus Online Bahasa Banjar

sementara ini tulisan terbagi atas kategori:

Halaman Facebook Mhd Wahyu NZ   Official Twitter Account - Mhd Wahyu NZ   Official Google+ Account - Mhd Wahyu NZ

 

Daftarkan email untuk menerima tulisan melalui email:

Jasa Pengiriman: FeedBurner