Kampanye, Aspal vs Baliho (?)
25 Februari 2010 | Featured
Bagi Anda yang kerap menggunakan ruas jalan A. Yani di Kalimantan Selatan, utamanya saat berada di wilayah Kab. Banjar dan Kota Banjarmasin, bisa jadi akan terperhatikan sebuah pemandangan yang menarik. Fenomena yang saya maksudkan adalah terkait dengan promo calon Gubernur Kalimantan Selatan.
Ya, sepanjang ruas jalan tersebut, lebih kurang mulai km. 7 sampai dengan km. 17 bertebaran baliho salah satu kandidat Gubernur Kalimantan Selatan dengan jumlah yang sangat tidak bisa dikatakan sedikit. Hanya terpaut jarak beberapa puluh meter saja antar baliho pasangan kandidat gubernur tersebut. Dalam hal ini baliho pasangan Zairullah Azhar dan Aboe Bakar.
Keadaan lain adalah, pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan baru saja melakukan kegiatan pelebaran ruas jalan tersebut. Jelas pula diketahui bahwa, Gubernur Kalsel saat ini, Rudy Ariffin kembali mencalonkan diri untuk periode kedua, berpasangan dengan Rudy Resnawan.
Lantas, bagian mana yang menarik perhatian saya?
Tidak bisa dinafikan, bahwa seorang calon kepala daerah yang kebetulan masih aktif dan berniat untuk mencalonkan diri kembali pada periode selanjutnya, memiliki kesempatan lebih dalam hal ‘berkampanye secara tidak langsung’ dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintahannya. Dalam hal ini Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan.
Pada konteks tulisan ini, jelas bahwa program pelebaran dan pengaspalan jalan A. Yani akan menjadi sebuah media kampanye secara tidak langsung Rudy Ariffin yang benar-benar tampak di mata masyarakat.
Sementara kandidat lain, misalnya Zairullah – Aboe Bakar, tentu tidak mendapatkan kesempatan yang sama. Posisi sebagai Bupati Tanah Bumbu, hanya memungkinkan untuk “berkampanye” melalui kegiatan pemerintah pada lingkup Kabupaten Tanah Bumbu saja.
Karena itulah, dalam benak saya, pemasangan baliho Zairullah-Aboe secara massif pada lokasi tersebut adalah sebuah usaha kampanye untuk melawan kampanye aspal. Paling kurang sebuah usaha pengalihan perhatian.
Tentu saja hal tersebut merupakan penilaian pribadi saya yang belum tentu kebenarannya. Sebagaimana para kandidat gubernur, yang melakukan penggambaran diri melalui berbagai media, yang juga belum tentu kebenarannya.
Pada akhirnya, semua akan kembali ke tangan masyarakat yang memiliki hak pilih.
Pakacil Netnews dikelola dari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai salah satu rangkaian media online Pakacil yang terdiri dari pakacil.net ; pakacil.com dan pakacil.org
Komentar (13)
Tinggalkan Balasan | Trackback URL


kalo ada yg butuh banner, baliho, spanduk dan semacamnya, dapat hubungi saia
*harga teman*
wah, tunggu saia nanti kalau jadi calon juga bos.. hehehe
Makasih, Pak, jalan mulus sudah…
*tapi jembatan belum*
*siap-siap posting*
segeralah kalau begitu. ditunggu.
Jalanan ke sekulahan saya kalo pas hujan bisa hilang sendiri lho…
wow… benar² ajaib
dikampung saya jalannya rusak berat, lubang disana sini.. Untuk menguji kepinteran berkendaraan menghindari lubang2 bagus tuh, sebelum uji SIM C
ahh… utung saia sudah punya SIM C.
jadinya tak perlu ujian lagi.
Di antara gambar gambar itu sudah ada yg ompong giginya.. he..he.. dan semoga saja saya tidak samapai terbayang bayang wajah wajah itu secara tiap hari saya melihat mereka dan mereka melihat saya…di jalan..
whuahahaha…. kok ya sampai bisa²nya terperhatikan itu gigi. saya tidak tau kalau soal itu.
bah lah, bisa banar pakacil neh. alinea parah terakhir itu nah halus banar, yang soal “belum tentu kebenarannya” itu nah
tabaca di radar pakacil ai, lalu ke blog ini nah
untuk saat ini saya serahkan pada yang baca saja dulu soal interpretasinya
UPDATE INFO:
Saya baru lihat hari ini, Minggu (28/02) ternyata sudah banyak baliho tersebut tidak ada, dan diganti dengan ukuran yang lebih kecil, dengan konsentrasi posisi yang juga berbeda. Entah karena apa.