HIV-AIDS di Kalimantan Selatan
10 April 2010 | Kalimantan Selatan
Perkembangan kasus HIV-AIDS di Kalimantan Selatan tentu harus mendapat perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya pemerintah dan pihak terkait langsung lainnya. Secara kumulatif, sampai dengan Maret 2010, jumlah kasus HIV di Kalimantan Selatan mencapai 118, dan kasus AIDS mencapai 49 kasus/orang.
Berdasarkan laporan KPA Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu merupakan wilayah tertinggi untuk kasus HIV sampai dengan Maret 2010, yakni 43 kasus. Sementara untuk AIDS, Kota Banjarmasin menempati urutan tertinggi, dengan 18 kasus.
Berikut data perkembangan kasus HIV-AIDS di Kalimantan Selatan menurut Kabupaten/Kota, sampai dengan Maret 2010 :
Kasus Kumulatif HIV Berdasarkan Kab/Kota sampai Maret 2010:
- Kab Tanah Bumbu: 43 Kasus,
- Kab Kotabaru: 11 Kasus,
- Kab. Tanah Laut: 0 Kasus,
- Kab. Banjar: 8 Kasus,
- Kab. Tapin: 1 Kasus,
- Kab. Barito Kuala: 0 Kasus,
- Kab. Hulu Sungai Selatan: 0 Kasus,
- Kab. Hulu Sungai Tengah: 5 Kasus,
- Kab. Hulu Sungai Utara: 1 kasus,
- Kab. Balangan: 0 Kasus,
- Kab. Tabalong: 0 Kasus,
- Kota Banjarbaru: 28 Kasus,
- Kota Banjarmasin: 21 kasus
Kasus Kumulatif AIDS Berdasarkan Kab/Kota sampai Maret 2010:
- Kab Tanah Bumbu: 3 Kasus,
- Kab Kotabaru: 6 Kasus,
- Kab. Tanah Laut: 0 Kasus,
- Kab. Banjar: 1 Kasus,
- Kab. Tapin: 0 Kasus,
- Kab. Barito Kuala: 1 Kasus,
- Kab. Hulu Sungai Selatan: 1
- Kasus, Kab. Hulu Sungai Tengah: 0
- Kasus, Kab. Hulu Sungai Utara: 0 kasus,
- Kab. Balangan: 0 Kasus,
- Kab. Tabalong: 9 Kasus,
- Kota Banjarbaru: 10 Kasus,
- Kota Banjarmasin: 18 kasus
Sumber: KPA Kalimantan Selatan
Pakacil Netnews dikelola dari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai salah satu rangkaian media online Pakacil yang terdiri dari pakacil.net ; pakacil.com dan pakacil.org
Komentar (8)
Tinggalkan Balasan | Trackback URL


Terima kasih lah infonya.
Salam kenal n semoga sehat selalu
terima kasih pula
dan sama², semoga selalu sehat
Dan yang perlu diperhatikan dari data di atas adalah, tidak berarti daerah yang jumlah penderita HIV-AIDS-nya lebih sedikit itu lebih aman dari daerah yang datanya lebih banyak.
Lebih sering, justru daerah dengan data NOL adalah daerah yang dinas terkaitnya tidak mendata dan tidak melakukan apa-apa tentang masalah HIV-AIDS ini..
whuahahaha… ini benar² gawat kalau malas mendata. salah-salah bisa terjadi fenomena gunung es.
Sayang datanya baru samapi Kab/Kota, sebenarnya mo lebih tau ditelnya kec, kelurahan, bakan RT mana saja yang sedang kena AIDS ini. Biar bisa bertindak
menghindari ato tindakan lainnya.
logikanya, data per-kab./kota ini didasarkan pada alamat korban dan/atau kasus yg terjadi, sudah pasti ada data tersebut. namun tentu cukup panjang nanti laporannya. hehehehe…
lagi pula, dgn data umum tersebut kita sudah harus bisa mengambil pelajaran kan ya…
[...] View Original Article Blogged with the Flock Browser 27 Mei 2010 wallout Kategori: Sex Tag: Banjarmasin, Berita, Kesehatan, Sex [...]
alangkah bgsny lg klo semua masyarakat turut berpartisipasi dlm pencghn dan penularan penyakit seksual khususnya HIV dgn sukarela…ikhlas tes darah utk mengetahui HIV + ato -. Kt jgn punya stigma negatif lg dgn HIV, kt semua hrs berperan bagaimana agar penularan penyakit ini tidak meluas lg…. SETUJU TIDAK???