<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pakacil</title>
	<atom:link href="http://pakacil.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pakacil.net</link>
	<description>&#34;Pada Sebuah Ruang 12m persegi di Kota Banjarbaru&#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Feb 2012 17:02:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>PR Kimia Membawa Aib</title>
		<link>http://pakacil.net/2012/02/pr-kimia-membawa-aib/</link>
		<comments>http://pakacil.net/2012/02/pr-kimia-membawa-aib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 17:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah ini Hari]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.net/?p=967</guid>
		<description><![CDATA[Sudah baca kisah kemarin, tentang permen dan segelas es teh itu? Inilah adanya kelanjutan dari paragraf terakhir di sana. Soal aib. Ya&#8230; aib. Salah satu definisi aib itu sendiri adalah, &#8220;jika kau yang sudah kelas 3 sma masih saja disetrap guru di depan kelas akibat sebuah kegagalan teknis&#8220;. Ingat dulu baik² sebelumnya, bahwa yang ditekankan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="PR Kimia Membawa Aib | pakacil.net" src="https://lh5.googleusercontent.com/-om5ZTiGD_zU/TyZQEJGShlI/AAAAAAAAADk/bvG_a54bNac/s800/setrap.png" title="PR Kimia Membawa Aib | pakacil.net" class="alignleft" width="110" height="110" />Sudah baca kisah kemarin, tentang <a href="http://pakacil.net/2012/01/sepotong-kisah-permen-es-teh/" title="Sepotong Kisah Permen &#038; Es Teh" target="_blank">permen dan segelas es teh</a> itu? Inilah adanya kelanjutan dari paragraf terakhir di sana. Soal aib. Ya&#8230; aib. Salah satu definisi aib itu sendiri adalah, &#8220;jika kau yang sudah kelas 3 sma masih saja disetrap guru di depan kelas akibat sebuah <u>kegagalan teknis</u>&#8220;.</p>
<p>Ingat dulu baik² sebelumnya, bahwa yang ditekankan di atas itu adalah pada frase <strong>kegagalan teknis</strong>. Ada atau tidak yang bertanya, namun inilah dia teknis yang dimaksud&#8230;<br />
<span id="more-967"></span><br />
Ibu guru kimia itu kasih PR buat kami para muridnya. Taukan apa itu PR? Yaitu adalah sebuah tugas yang membangkitkan rasa malas dengan efektif untuk mengerjakannya.</p>
<p>Pada hari-H dan jam-J, yakni pada mata pelajaran kimia, Bu Titik masuk kelas dan akan memeriksa apakah kami semua sudah garap PR yang beliau berikan. Tentu saja ini berita buruk, karena berarti ada 2 doaku yang tidak dikabulkan Tuhan. Pertama adalah semoga beliau tidak masuk, dan kedua adalah kalaupun masuk semoga beliau lupa kalau sudah kasih PR.</p>
<p>Untung cara memeriksanya tidak dengan dikumpulkan, melainkan siswa hanya disuruh untuk meletakkan dan mwmperlihatkan di atas meja. Sementara beliau akan keliling ke meja siswa, satu-persatu. Rajin sekali beliau memang.</p>
<p>Karenalah akunya hanya mengerjakan 1 dari 4 soal, maka tentu harus cari solusi, secepatnya! waktu sudah mendesak. Akhirnya, itu lembar halaman di buku tulis yang ada jawabannya kuletakkanpun di urutan paling bawah. Sementara di atasnya kututupi dengan kertas coretan, untuk biar terlihat seolah-olah ada jawabannya. Supaya makin kabur, terkhir kulindungi dengan tangan, ya&#8230; melipat kedua tangan di atas itu buku dan kertas coretan. </p>
<blockquote><p>Tahap paling penting dan menentukan, jangan sampai terlupakan adalah: pasang tampang tenang! Itu sudah kulakukanpun.</p></blockquote>
<p>Bu Titik sampai di mejaku. Hebat! Beliau tidak sampai nyasar. &#8220;Mana tugasmu?&#8221;, tanya beliau. Itu kujawab dengan menunjukkan bagian yang memang sudah terjawab, tapi tetap dengan satu lengan menutupi bagian lain.</p>
<p>Apa yang terjadi? Bu Titik bilang sudah, dan beliau segera berlalu memeriksa yang lain. Subhanallah&#8230; tak terbayangkan betapa leganya perasaan waktu itu. Perasaan lega yang hanya bisa dikalahkan oleh waktu begitu kebelet pipis yang amat sangat lalu tiba-tiba menemukan sebuah toilet terbuka.</p>
<p>Namun, hey&#8230; ingatlah pesanku ini, &#8220;jangan pernah merasa menang sebelum peperangan belumlah lagi usai!&#8221;.</p>
<p>Entah kenapa, setelah ngecek 2 meja di depan, Bu Titik sontak mundur ke belakang lagi dan ke mejaku! Benar² bisa jadi perkara. Sebab dengan tegas beliau bilang, &#8220;Coba lihat, mana jawaban yang lain?&#8221;.</p>
<p>Nah kan&#8230; tu kan&#8230; apalagi yang harus kulakukan coba? kecuali nyengir dan bilang belum sambil menatap dan mengirimkan sinyal memohon kasih sayang pada beliau. Tapi ternyata beliau malah berkata, &#8220;Heeeh&#8230; apa ini? Sana! Maju dan berdiri di depan kelas!&#8221;</p>
<p>Oh dunia&#8230; tidak tau berapa orang kawan yang tertawa, puas mungkin mereka. Tapi untungnya tidak sendiri, <a href="http://pakacil.net/2012/01/sepotong-kisah-permen-es-teh/comment-page-1/#comment-1330" target="_blank">ada kawan lain</a> yang ikut berdiripun, entah tekniknya macam apa. Yang penting adalah akunya tetap bisa tertawa saat disetrap di depan kelas sepanjang jam pelajaran.</p>
<p>Jadi, bukanlah disetrapnya itu yang kusesali sampai saat ini, tapi kenapa tekniknya gagal itu yang harus dievaluasi. Karena, apa indahnya masa sekolah kalau tak pernah disetrap atau dimarah guru? Apa indahnya? Apa?<br />
<img src="http://pakacil.net/wp-media/2012/01/nyempil.gif" alt="nyempil" title="nyempil" width="18" height="27" class="alignleft size-full wp-image-968" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.net/2012/02/pr-kimia-membawa-aib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semua Akan Berubah, Yakinlah&#8230;</title>
		<link>http://pakacil.net/2012/02/semua-akan-berubah-yakinlah/</link>
		<comments>http://pakacil.net/2012/02/semua-akan-berubah-yakinlah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 17:02:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah ini Hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwahyunz.com/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[Bunga, sebut saja demikian namanya. Seorang perempuan muda yang saya kenal persis dengan suami dan iparnya. Karena sesungguhnya mereka teman-teman saya sewaktu sekolah dulu. Pernah pula pada suatu kesempatan, dalam keadaan yang sangat memaksa, saya bersama seorang kawan lainnya mengantarkan Bunga pulang ke rumah di suatu dini hari. Hari itu, suatu siang jelang sore di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Semua Akan Berubah, Yakinlah…" src="https://lh4.googleusercontent.com/-V4Wv_2r6gGI/TyelE6tliNI/AAAAAAAAAFE/3kEixctYipo/s144/perempuan_01.png" title="Semua Akan Berubah, Yakinlah…" class="alignleft" width="144" height="144" />Bunga, sebut saja demikian namanya. Seorang perempuan muda yang saya kenal persis dengan suami dan iparnya. Karena sesungguhnya mereka teman-teman saya sewaktu sekolah dulu. </p>
<p>Pernah pula pada suatu kesempatan, dalam keadaan yang sangat memaksa, saya bersama seorang kawan lainnya mengantarkan Bunga pulang ke rumah di suatu dini hari.</p>
<p>Hari itu, suatu siang jelang sore di Banjarbaru, hari yang tak panas dan tak hujan, bertemulah kembali saya dengannya, secara tak sengaja. Pada halaman sebuah warung.<br />
<span id="more-782"></span><br />
&#8220;Hai Bang… apa kabar? lama gak keliatan…&#8221;, itu suara perempuan mengagetkan saya. <strike>Walau sebenarnya disapa pemudi itu sudah hal yang biasa, tapi tetap saja kaget.</strike> </p>
<p>&#8220;heyy… baik, alhamdulillah…&#8221;, yang ini saya yang jawab, sembari menyodorkan tangan untuk salaman pada Bunga, di pelataran sebuah toko pada suatu siang jelang sore yang tak panas dan tak hujan, biasa saja.</p>
<p>&#8220;dalam rangka apa ini, terlihat sibuk… anak bagaimana, sehat?&#8221;, saya tanya lagi.<br />
 &#8220;anak-anak sehat bang. alhamdulillah, sekarang saya sudah kerja, jadinya ada kesibukan sementara suami masih di dalam&#8221;, jawab Bunga.</p>
<p>&#8220;hah! suamimu <em>sekolah</em> lagi?!&#8221;, kaget saya bertanya.<br />
<em>Sekolah</em>, bagi sebagian orang di sini adalah <em>istilah</em> untuk menyebutkan tahanan atau lembaga pemasyarakatan (LP). Bukan untuk bermaksud mendeskreditkan lembaga sekolah, tapi maksudnya supaya mereka yang masuk itu mendapatkan pelajaran.</p>
<p> &#8220;iya bang, kasus yang sama. tapi ya sudahlah, mudahan kali ini ia sadar, sudah berapa kali ini masuk. kasihan anak-anak&#8221;, jawab Bunga, ibu dengan 2 orang anak.</p>
<p>&#8220;semoga, mudahan… kerja dimana sekarang?&#8221;, saya yang bertanya ini.</p>
<p>&#8220;sekarang kerja di ******** bang, alhamdulillah gaji dan tunjangannya cukup buat keluarga. bahkan bisa gaji orang untuk bantu ngurus anak, selama saya bekerja karena kasihan anak-anak nanti kalau tidak ada yang jaga, lagi pula tak mungkin mengharapkan suami yang masih berada di dalam&#8221;, jawab Bunga.</p>
<p>Tak tampak gurat duka di wajah Bunga, sorot matanya tajam dan bersinar, nampak optimisme. Perbincangan yang tak panjang itu menjadi tak biasa. Karena saya kagum padanya, dan kemudian hanya bisa berkata pendek, &#8220;terus berusaha dan yakinlah, bahwa semua akan berubah…&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.net/2012/02/semua-akan-berubah-yakinlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ponsel &amp; Petuah Untuk Muda-Mudi</title>
		<link>http://pakacil.net/2012/02/ponsel-petuah-untuk-muda-mudi/</link>
		<comments>http://pakacil.net/2012/02/ponsel-petuah-untuk-muda-mudi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 13:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas & Apa Saja]]></category>
		<category><![CDATA[lalu lintas]]></category>
		<category><![CDATA[ponsell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.net/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[Kegundahan saya entah sudah mencapai titik kulminasi atau tidak, hari ke hari selalu saja kian bertambah. Itu jika melihat para pengendara kendaraan bermotor asyik menggunakan ponsel mereka sambil mengemudi, berapapun rodanya. Tidak peduli usia dan jenis kelaminnya, jika melihat hal itu selalu saja sayanya &#8220;merasa marah&#8221; dan kadang kala tak peduli siapa langsung saya tegur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Jangan gunakan ponsel saat berkendara" src="https://lh5.googleusercontent.com/-Y2BJKKljVHo/TyqLryw7MFI/AAAAAAAAAFM/Y-KPNKhxzpI/s144/phone.png" title="Jangan gunakan ponsel saat berkendara" class="alignleft" width="144" height="144" />Kegundahan saya entah sudah mencapai titik kulminasi atau tidak, hari ke hari selalu saja kian bertambah. Itu jika melihat para pengendara kendaraan bermotor asyik menggunakan ponsel mereka sambil mengemudi, berapapun rodanya.</p>
<p>Tidak peduli usia dan jenis kelaminnya, jika melihat hal itu selalu saja sayanya &#8220;merasa marah&#8221; dan kadang kala tak peduli siapa langsung saya tegur di tempat dengan beragam cara.<br />
<span id="more-973"></span><br />
Tidaklah akan sayanya menguraikan tentang aturan yang termaktub dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan itu. Silakan cari dan baca sendiri, <a href="http://www.google.co.id/search?q=UU+Nomor+22+Tahun+2009" title="UU Nomor 22 Tahun 2009" target="_blank">salah satunya bisa melalui di unduh di sini</a>.</p>
<p>Jangan bayangkan saya akanpun menasihati dengan ragam petuah bijak yang kadang kala sudah menjadi basi. Sebagaimana akunya sudah tidak yakin lagi dengan papan pengumuman &#8220;Harap Jangan Buang Sampah di Sini&#8221; dan lebih memilih kalimat &#8220;Yang Buang Sampah di Sini Pasti Goblok&#8221;.</p>
<p>Sudah jelaspun, bahwa menggunakan ponsel, terutama <em>texting</em>, sambil berkendara itu adalah menyita konsentrasi. Tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga orang lain. Tidak hanya satu orang kawan yang pernah ditabrak oleh mereka yang melakukan itu. *<em>Tentu tidak tepat untuk mengatakan beruntung kawanku yang ditabrak, bukan akunya. Nanti marah²lah kawanku jadinya</em>*</p>
<p>Aku hanya mau bilang&#8230;</p>
<p>Hai anak mudi,</p>
<blockquote><p>Pemuda yang gemar menggunakan ponsel sambil berkendara itu adalah tanda bahwa ia tidak peduli dengan dirinya dengan dirinya sendiri apalagi orang lain. Maka sesungguhnya tidak pantas untuk kau jadikan pacar apalagi suami. Kalau ia bilang sayang maka pastilah bohong. Sebablah ia tidak sayang pada dirinya sendiri, apalah lagi orang lain. Faham kalian?</p></blockquote>
<p>Hai anak muda,</p>
<blockquote><p>Pemudi yang gemar menggunakan ponsel sambil berkendara itu adalah tanda bahwa ia tidak peduli dengan dirinya sendiri dan orang lain. Maka sungguh tepat untuk kau kejar dan permainkan. Sebab dengan nyawanya sendiri tidaklah ia peduli, apalagi sekedar kehormatannya. Kejarlah.</p></blockquote>
<p>Sementara itu, kawan yang kadang jalan dan duduk di sampingku kerap kali &#8220;ketiban sial&#8221; untuk angkat telpon atau bacakan SMS kala aku berkendara. Bukan apa-apa, hanya ada satu pihak yang dapat membuatku menepi &#038; berhenti dari berkendara untuk angkat telpon, yakni kalau itu telpon dari ibuku, ibuku, ibuku, abahku, baru isteriku. Itulah urutannya. Bukan karena punya tiga ibu, tapi itulah keutamaan seorang ibu.<br />
<img alt="Tertib Berlalu-Lintas" src="https://lh3.googleusercontent.com/-cTKGLX_bGD4/TyYf1Pxo0rI/AAAAAAAAACY/OTRTvJj14pU/s800/bn_tertib_lantas_2.png" title="Tertib Berlalu-Lintas" class="alignright" width="200" height="205" /><br />
Makanya kalau kawan yang baru pertama tau, biasanya kaget dan bingung kalau kuminta tolong buat angkatkan telpon. Tapi kalau sudah pernah sih ya faham. Isteriku tidak kagetpun kalau tiba-tiba yang angkat telpon suaminya adalah suara perempuan.</p>
<p>Jadi teringatpun pada apa yang dulu pernah kutuliskan pada sebuah media, bahwa mereka yang gemar texting sambil berkendara itu hanya memiliki 3 alasan: bodoh atau yakin memiliki nyawa rangkap, atau sudah menjalin perjanjian khusus dengan malaikat maut. Pada akhirnya ingatlah, bukan kita sendiri yang menggunakan jalanan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.net/2012/02/ponsel-petuah-untuk-muda-mudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Status FB Januari 2011</title>
		<link>http://pakacil.net/2012/02/status-fb-januari-2011/</link>
		<comments>http://pakacil.net/2012/02/status-fb-januari-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 17:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas & Apa Saja]]></category>
		<category><![CDATA[satus facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.net/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[Status Facebook, bisa buat macam-macam. Ada yang menjadikannya ladang amal dengan kasih petuah bijak, ada yang gemar curhat publik &#038; berkeluh kesah, ada yang itu dan ada yang ini. Satu hal menarik adalah, senangnya aku menelusuri status² lama milik sendiri ataupun kawan. Ada kesenangan tersendiri kalau baca barang lama itu. Contohnya, ya status milik sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Kumpulan Status FB Januari 2011" src="https://lh5.googleusercontent.com/-sfP0C0RjP-0/TyeXeB3VOoI/AAAAAAAAAD8/aEMsPzKW650/s144/facebook_logo.png" title="Kumpulan Status FB Januari 2011" class="alignleft" width="144" height="144" />Status Facebook, bisa buat macam-macam. Ada yang menjadikannya ladang amal dengan kasih petuah bijak, ada yang gemar curhat publik &#038; berkeluh kesah, ada yang itu dan ada yang ini.</p>
<p>Satu hal menarik adalah, senangnya aku menelusuri status² lama milik sendiri ataupun kawan. Ada kesenangan tersendiri kalau baca barang lama itu.</p>
<p>Contohnya, ya status milik sendiri ini, yang diambil dari koleksi status yang tayang pada Januari 2011 dan alhamdulillah sampai saat ini masih belum terdapat CD bajakannya.<br />
<span id="more-972"></span></p>
<hr />
08.01.2011</p>
<blockquote><p>siapa bilang saya tak suka nyuci dan nyetrika?!? sangat suka malah!!! masalahnya cuma lebih sering malas saja. cuma itu&#8230;</p></blockquote>
<hr />
14.01.2011</p>
<blockquote><p>jelang reuni dgn kawan seangkatan waktu smp dulu, yg akan diadakan besok, ijinkanlah pada kesempatan yg bahagia ini, serta dengan segala kerendahan hati kusampaikan bahwa, &#8220;aku masih seimut dulu&#8221;</p></blockquote>
<hr />
15.01.2011</p>
<blockquote><p>BERBAHAGIALAH jika suami/isteri/pacar Anda cemberut saat melihat koleksi foto² reuni Anda bersama kawan², karena itu adalah salah satu ciri utama reuni berjalan SUKSES. percayalah&#8230; <img src='http://pakacil.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<hr />
16.01-2011</p>
<blockquote><p>Jika ada yg berpikir bahwa Qais-Laila, Romeo-Juliet, St. Nurbaya-Syamsul Bahri dan lain sejenisnya adalah tragedi besar dalam dunia roman &#038; percintaan, maka itu adalah salah, bukan itu! karena masih ada tragedi yg lebih mengharukan. dan itu adalah &#8230;<br />
&#8230;<br />
bersambung ke status berikutnya, setelah beberapa waktu&#8230;</p></blockquote>
<hr />
17.01.2011</p>
<blockquote><p>sambungan status hari sebelumnya&#8230;<br />
&#8230; baru sekali menyatakan, namun 7 kali mendapat penolakan !!!<br />
* itulah yg kumaksudkan <img src='http://pakacil.net/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<hr />
19.01.2011</p>
<blockquote><p>jika seorang wanita menyatakan pikir-pikir dulu, maka ±91,35% ia sebenarnya pikir² caranya untuk menolak, ±3,27% pikir² menerima &#038; sisanya berpikir untuk pasrah kepada takdir.</p></blockquote>
<hr />
20.01.2011</p>
<blockquote><p>owkeh&#8230; selamat pagi kawan-kawan&#8230;<br />
semoga ini menjadi hari yang indah untuk kalian semua. tak peduli walau dirundung mendung. untuk kian menghangatkan pagi ini, sejenak kita dengarkan bersama-sama, Manis Manja Grouuuuup &#8230; cekidot!</p></blockquote>
<hr />
21.01.2011</p>
<blockquote><p>tidak&#8230; aku tidak ingin memutar kembali waktu, karena hanya dengan mengenangmu, itu sudah cukup untukku&#8230;  * cihhuuyyy&#8230;. efek demam 1 minggu penuh.</p></blockquote>
<hr />
24.01.2011</p>
<blockquote><p>berharap bersemangat di tengah malam, namun di playlist dipenuhi oleh tommy j pisa <img src='http://pakacil.net/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<hr />
28.01.2011</p>
<blockquote><p>kalau orang² menilai sesuatu itu sebagai masalah, maka saia tidak, melainkan hanya bagian dari sebuah proses. dan efek baiknya -bagi saia- adalah, saia merasa tidak pernah memiliki masalah.</p></blockquote>
<hr />
29.01.2011</p>
<blockquote><p>dan bahkan jika terasa seperti ada yg menikam hatimu, maka bisa jadi itu adalah sumber bahagiamu (aku, pada suatu sore &#038; belum mandi, pura² bijak)</p></blockquote>
<hr />
30.01.2011</p>
<blockquote><p>&#8230; dan hanya ada dua alasan kenapa seseorang tak lagi merasakan sakit: karena memang tahan/kuat, serta terlampau sakit yg melebihi batas yg sanggup dirasakannya
</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8230; dan pernah dulu seorang mahasiswi bertanya, &#8220;kok gak pernah terlihat sedih sih mas?&#8221;. sembari tersenyum saya jawab, &#8220;sesuatu yg tidak kau lihat bukan berarti tak pernah terjadi&#8221;. dan iapun tersenyum yg justru membuat saya tak kuasa bertanya lebih lanjut dengan sebuah pertanyaan sederhana seperti: &#8220;kost dimana mbak?&#8221; &#8230; sayapun sedih jadinya  <img src='http://pakacil.net/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<blockquote><p>&#8230; dan aku tidak akan pernah khawatir akan diabetes, selama yang terlalu manis itu adalah kau, ya&#8230; kau&#8230;  | *ehm&#8230; tes&#8230; 1 2 3*</p></blockquote>
<hr />
<p>Nah, itulah dia kumpulan status facebook milikku yang diambil dari sebuah akun pribadi, akun yang khusus untuk kawan² dan mereka yang memang kukenal secara pribadi.</p>
<p>Apa yang bisa disimpulkan dari status² di atas?<br />
Hanya satu: tidak penting namun penting untuk diabaikan !!!<br />
 <img src='http://pakacil.net/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.net/2012/02/status-fb-januari-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenalkan Kenalanmu Biar Kukenal</title>
		<link>http://pakacil.net/2012/01/kenal/</link>
		<comments>http://pakacil.net/2012/01/kenal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 04:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas & Apa Saja]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mwahyunz.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Berhati-hatilah kalau kenalan dengan seorang perempuan, alangkah jauh lebih baik jika juga diperkenalkan atau diberitahukan padaku&#8221;, setidaknya itulah petuah singkat yang kusampaikan pada sebut saja HD namanya. &#8220;Bukannya kenapa-kenapa, tapi siapa tau aku juga kenal&#8221;, lanjutku. Entah merasa yakin kalau aku tidak kenal atau khawatir tersaingi, itu HD tidak juga mau memperkenalkan gadis yang dikenalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Kenalkanlah Kenalan" src="https://lh4.googleusercontent.com/-JOBrVqdla4I/TkkOzL7u08I/AAAAAAAABzg/D1d5Ret-f6E/s800/kenalan.png" title="Kenalkanlah Kenalan" class="alignleft" width="144" height="144" />&#8220;Berhati-hatilah kalau kenalan dengan seorang perempuan, alangkah jauh lebih baik jika juga diperkenalkan atau diberitahukan padaku&#8221;, setidaknya itulah petuah singkat yang kusampaikan pada sebut saja HD namanya. &#8220;Bukannya kenapa-kenapa, tapi siapa tau aku juga kenal&#8221;, lanjutku.</p>
<p>Entah merasa yakin kalau aku tidak kenal <del datetime="2011-08-15T12:01:00+00:00">atau khawatir tersaingi</del>, itu HD tidak juga mau memperkenalkan gadis yang dikenalnya melalui facebook. Padahal, siang itu kuantarkanlah dia ke Banjarmasin yang katanya mau bertemu dengan itu perempuan, sebut saja NS namanya.<br />
<span id="more-814"></span><br />
Mungkin lebih tepatnya adalah, kupanas-panasi dan  sedikit paksa dia untuk bertemu, mumpung HD pas di Banjarmasin. Atau lebih tepatnya lagi, akulah yang penasaran dengan itu perempuan yang diceritakannya.</p>
<p>Sudah habis jurus untuk merayu HD, agar mau kasih tau namanya, ternyata dia memang teguh kukuh berlapis baja orangnya, tidak juga mau kasih tau namanya itu perempuan. Sampai pada suatu waktu, tiba diparkiran sebuah dinas di Propinsi Kalimantan Selatan, meluncurlah sebuah nama dari mulut HD, nama sang perempuan.</p>
<p>Sebelumnya diperjalanan, selalulah kutekankan, siapa tau akulah kenal juga dengan itu perempuan. Apalagi dengan menyakinkan 2 (dua) tebakanku benar, bahwa NS itu mengenakan jilbab dan berwajah bulat. Makin yakin HD kalau aku kenalpun. Padahal, sebenarnyalah itu tebakan semata-mata berdasar analisis statistik, bahwa hampir 90%-an pegawai perempuan di Kalsel ini mengenakan jilbab kalau ke kantor, dan soal wajah bulat itu adalah tebakan dengan tingkat kebenaran 50%. Bulat atau tidak.</p>
<blockquote><p>Siang hari, di halaman kantor sebuah dinas. Tempat pertemuan disepakati adalah sebuah depot yang terletak persis di seberang kantor itu. HD mungkin berdebar hatinya. Aku tentu saja menunggu kesempatan biar bisa bikin wajah HD macam udang rebus.</p></blockquote>
<p>Tak menunggu lama, NS muncul, lalu pesan² apa yang bisa dipesan. Tapi masalahnya bukan pada makanan, justru kinilah aku yang dibikin kaget, sekaget-kagetnya. Kondisi macam ini benar² di luar dugaan.</p>
<p>Setelah memandang itu perempuan, dan komunikasi sebentar, <em>niatnya untuk membiarkan HD berkomunikasi berdua saja</em>. Justru kurasa kenal dengan dia, dan tiba² saja NS berkata padaku&#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Pian dulu rancak ka rumah ulun lho? Pian kan bakawan lawan mama ulun</em>&#8220;, atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti:<br />
&#8220;<em>Pian kan dulu sering ke rumah ulun. Pian kan temannya mama ulun</em>&#8220;.<br />
*Arti kata: <a href="http://bahasabanjar.net/bahasa-banjar/Bahasa-Banjar-1/P/Pian-2223/" title="Arti kata Pian dalam Bahasa Banjar" target="_blank">pian</a> dan <a href="http://bahasabanjar.net/bahasa-banjar/Bahasa-Banjar-1/U/ulun-2224/" title="arti kata Ulun dalam Bahasa Banjar" target="_blank">ulun</a> bisa diklik pada tiap² kata itu.</p>
<p>Apa? Ya ampuuun&#8230; setelah memperhatikan, mengingat dan seterusnya. Benar rupanya bahwa si NS, adalah anaknya seorang temanku yang dulu sayanya sering ke rumah beliau. Aseli lupa, dia dulu itu masihpun SMP atau SMA, dan sekarang sudah sarjana dan jadi pegawai. Wajahnya pun benar² mirip dengan ibunya, yang juga kenal dengan mertuaku. </p>
<p>Kasihan juga si HD, acara perjumpaannya jadi terganggu, padahal sebentar lagi ia harus pulang ke Kalimantan Tengah, setelah 2 (dua) hari tidur di rumah. Jadilah itu kupinta nomor telpon ibunya NS lantas telpon beliau, tentu saja dengan tanpa mengaku sebelumnya siapa diriku.</p>
<p>+ <em>Hallo&#8230; selamat siang ibu, saya temannya puteri ibu, NS</em><br />
- iya, kenapa?<br />
+ <em>mau minta ijin bu, nanti mau ngajak NS nonton</em><br />
- kenapa? siapa tadi ini?<br />
+ <em>ijin mau ngajak nonton bu, saya temannya NS</em> *ga mau ngaku*<br />
- nonton apa?<br />
+ <em>ya nonton di bioskop, bu, tapi mungkin malam, midnight soalnya.</em><br />
- midnight???<br />
+ <em>iya ibu, yang pulangnya tengah malam itu.</em><br />
- bla..bla..bla.. *<em>lupa lagi, yg jelas panjang &#038; ada nada khawatir</em>&#8230;*<br />
 <img src='http://pakacil.net/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ya sudahlah&#8230; karena kurang enak juga terlalu lama bikin orang tua khawatir akan keselamatan puterinya, akhirnya buka identitas saja. Itu ibunya NS ngakak akhirnya dan kami bersambung cerita, panjang.</p>
<p>Bagaimana nasib HD dan perjumpaan dengan kenalannya?<br />
Hanyalah petuah bijak yang bisa kusampaikan padanya, &#8220;makanya&#8230; lain kali kalau ada kenalan gadis itu informasikan dulu padaku data-datanya, siapa tau aku kenal juga. Faham kau?&#8221;.<br />
 <img src='http://pakacil.net/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.net/2012/01/kenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

