|
Senin, 05 Mei 2008 |
"salam sejahtera bang, lagi sibuk apa sekarang nich?"
"heyyy..... salam juga, lagi sibuk chat, biasaa, di kantorkah?"
"yup, biasa juga, manfaatin fasilitas pemda, hahaha..."
"dari pada mubazir, memang lebih baik dimanfaatkan. kan mubazir sodaranya setan, hehehe.."
"yaa...., mudah2an aja lah kerjaan kita nech ga mubazir, menyambung silaturahmi kata orang-orang"
"sepakatt... si Anton tuh, kayaknya dari tadi malam online terus, mantap! gimana nih, si Rudi baru kemarin kawin, kamu kapan?"
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
Minggu, 27 April 2008 |
|
Setelah mencari letak file-nya, ternyata ketemu juga. Namun ternyata file yang tersisa cuma dalam bentuk PDF, masternya aku sudah tidak tau ada dimana, karena memang beberapa kali berganti HDD. Entah tercecer entah terhapus. Kemungkinan memang terhapus.
Berikut adalah salah satu cerpen yang kutulis saat masih berada di Malang, yang Kota Bunga itu. Tertanggal 13 Januari 2001, dan diselesaikan sekitar pukul 00.35 wib. Berjudul Podium.
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
Senin, 14 April 2008 |
|
" Bu, Amin mau burung itu, yang di atas pohon itu. Amin suka ". " Min, kasihan kan kalau dia ditangkap. Apalagi Amin belum punya sangkarnya ". " Kan bisa di kamar Amin, biar bisa jadi teman Amin ". " Kau ini Nak, kan dia lebih suka dan bebas seperti itu dari pada dikurung, sama seperti kita, manusia ". " Bapak artinya juga tidak suka dikurung ya Bu ? "
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
Senin, 14 April 2008 |
|
" Hallo .. ", Kang Ijan mengangkat telepon. " Kang Ijan ya ? " sebuah suara menyahut. " Oh, Dinda. Ada apa ? " " Enggak .. ". " Lho kok enggak ? " " Maksudnya, Kang Ijan nanti malam ada acara nggak ? " " Memangnya ada apa ? "
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
Sabtu, 28 Januari 2006 |
|
" Adakah yang tersisa? " " Mengapa kau tanyakan itu " " Demi Tuhan aku ingin tahu ". " Bila saja aku, kau dan semua tahu, lantas bagaimana? " " Entahlah ". " Begitu saja? "
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|