www.pakacil.net

Banjarbaru Perlu Lokasi TPU Baru
Sabtu, 04 Oktober 2008
PakacilLebaran kali ini, shalat 'Id di lapangan Murdjani Banjarbaru. Jamaah kali ini jauh lebih banyak dari pada beberapa tahun terakhir, karena tahun ini memang lebaran secara umum berbarengan, 1 Oktober 2008. Selain sejumlah ormas Islam besar berhari raya di hari yang sama, lebaran kali ini juga berbarengan dengan Hari Kesaktian Pancasila, walaupun saya dapat menjamin sepenuhnya bahwa kian penuhnya lapangan bukan karena faktor yang terakhir ini.

Shalat 'Id memang selalu sama, 2 rakaat, tak mungkin di rubah. Ceramah sang khatiblah yang bisa berganti-ganti topiknya tiap tahun. Suasana shalat 'Id kali ini pun ditingkahi dengan kampanye politik murahan dari salah satu partai di Banjarbaru yang membagikan air mineral plus permen dengan disertai daftar calegnya. Ya... itu memang usaha, saya berdoa semoga keadilan dan kesejahteraan bisa diwujudkan dengan cara itu. Karena kalau bisa, artinya kita akan cukup  mudah mewujudkannya.
 
Selepas shalat 'Id, saya ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Guntung Lua di Banjarbaru. TPU ini kian berkembang saja sekalipun tidak menyediakan tipe beragam, namun mau tak mau tetap diperlukan. Tipe tersedia hanya 2, yakni ukuran orang dewasa dan ukuran anak-anak.

TPU ramai dengan para penziarah dan saya datang ke dua buah makam. TPU ini juga rupanya kali ini menjadi tempat perjumpaan sekaligus silaturahim tak sengaja saya dengan beberapa kawan.

Melihat begitu banyaknya penziarah, melesat sebuah pikiran di kepala saya dan pikiran itu pasti benar, yakni  bahwa setiap dari kita pasti akan 'pulang' dan mengembalikan pinjaman ruh ini kepada Sang Cahaya. Kita semua akan menjadi penghuni salah satu TPU, entah kapan dan di mana.

home sweet homeSungguh, ternyata Banjarbaru memerlukan persiapan lokasi TPU baru. Karena TPU Guntung Lua ini memang begitu populer dan menarik minat tidak hanya warga Kota Banjarbaru, melainkan juga dari daerah sekitar. Jauh lebih bagus keadaan tanahnya dari pada Banjarmasin misalnya yang kadang berair itu. Hal ini pasti akan saya usulkan ke sejumlah pihak terkait dan selepas hari raya kali ini memang langsung saya usulkan kepada salah satu pihak.

Banjarbaru memang perlu untuk menyiapkan lahan untuk TPU yang baru, seriring dengan pertambahan jumlah penduduk yang kian pesat baik oleh kelahiran dan/atau peristiwa kependudukan lainnya, pembangunan wilayah pemukiman oleh pihak pengembang perumahan juga terus dilakukan dengan pesat. Pada sisi lain, tidak ada investor yang membangun pemakaman umum.

Semoga dengan usulan ini saya dan sejumlah pihak di Pemko Banjarbaru itu kian ingat bahwa setiap makhluk yang bernyawa itu pasti mati. Beruntung, saat ini sudah ada pihak yang mendukung usul ini. Paling tidak, saat saya pulang nanti masih ada tempat yang tersedia dengan cukup biaya dan tidak harus merepotkan yang ditinggalkan dengan jarak dan biaya hanya untuk mengurus jasad saya yang sudah tak bisa apa-apa.

Sekalipun saya sudah berpesan pada keluarga saya, bahwa kalau saya pulang nanti, cukuplah tanam saya tak perlu berbagai hal lain karena urusan saya di dunia ini sudah selesai. Biarkan saja amal jariyah, ilmu yang mudahan bermanfaat yang bekerja untuk saya atau kalau beruntung saya sudah memiliki anak yang shaleh yang mendoakan saya. Sisanya, biarkanlah keluarga saya yang masih ada untuk mengejar peruntungannya sendiri-sendiri saat masih ada waktu.

Persiapan ini lebih baik dari pada saya mengikuti nasihat salah satu paman saya beberapa bulan lalu yang berkata, "...lihat, TPU Guntung Lua itu sudah mulai penuh. Kalau tak mau kehabisan kapling lebih baik duluan saja...". Saya hanya bisa menjawab pendek atas usulan itu, "...silakan paman saja duluan, biar saya nyusul belakangan...".


Lumayan, paman saya terdiam...
 
Komentar
Tambahkan Komentar
Syamsuddin Ideris  - TPU = Hotel Peristirahatan Terakhir     |04 10 2008
Gravatar image Pertamaxxxx....**celinguk-celinguk***pada kemana nih blogger lain..mungkin masih mudik ya...

Pakacil memang jeli memotret masalah sosial kemasyarakatan di sekitar. Memang benar, kita harus mempersiapkan TPU untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penduduk.

Jangan sampai TPU - yang merupakan hotel peristirahatan terakhir kita semua - jadi kumuh dan tumpang tindih. Kalau perlu dibenahi seasri mungkin agar peziarah jadi betah berlama-lama di sana (memang mau apa?). Lengkapi dengan penginapan, air mancur, restoran, lapangan golf, mall dan lain-lain.

Eit..jangan tertawa dahulu. Tujuannya agar orang yang belanja di Mall sekali-kali menengok TPU disampingnya jadi ingat mati. Kalau udah ingat mati dijamin Indonesia akan bebas korupsi. he..he..he..Benar tidak?
Pakacil bilang begini:
setuju !
sudah saatnya TPU di sini dijauhkan dari kesan angker, jangan sampai ada kesan tak rapi. Dibuat lebih asri.

anu Pak, mungkin yg lain masih sakit perut kekenyangan jadi ga bisa jalan-jalan.
nia  - ikut koment ah     |04 10 2008
Gravatar image whaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ..
ttg khotbah sholat 'Id yg kental dengan nuansa politik .. ( sama deeeeeeeeehh keknya ditempatku dikampung yg terpencillll, kirain dikota doang yg syarat politik )

ttg TPU .. tiap lebaran aku juga berkunjung ke makam ayahndaku, kakek juga nenekku .. TPU disana udah mulai penuhhhh juga, tapi hal bikin aku ikut terharu adalah salah satu penduduk sekitar pemakaman itu bersedia untuk me WAKAF kan tanahnya untuk jd TPU, alhamdulillah .. amal jariah juga kan buat beliau itu????


so .. dibjb ada ga mau ikutan jadi peWAKAF???? salah seorg pejabat pemkotnya barangkali .. he he he .. he he he

terakhir, kebagian tempat atau ga untuk jd ahli kubur, Insya Allah kapanpun aku siap dipanggil oleh-Nya, 

xixixixiixi .. pakacillll .. ga usah belakangan deeeehhhhhhh, paan kalau cepet dipanggil ma Allah berarti disayang, iya ga???
Pakacil bilang begini:
beruntung sekali beliau yg memberikan wakaf tanah itu ya..
kalau soal dijemput sih memang urusannya bukan siap atau tidak siap, mau atau tidak mau, tapi paling tidak saya tidak mengambil inisiatif untuk hal ini.

* Nia.. diriku susah kali mau komen di tempat Nia.
bagaimana ? *

Fortynine  - Hutbah dan Mampus     |04 10 2008
Gravatar image Soal khutbah dan sholat Id. Saya ikutan acara di Murdjani. Khutbahnya saya tidak memperhatikan. Dan kebetulan saya juga ga kebagian acara parpol yang membagikan minuman itu.

Yah, lebaran kali ini memang tidak berbeda sebagaimana biasanya karena politisasi itu tadi.

Soal TPU Guntung Lua kalau tidak salah disitu nyampur antara Laki Laki dan Perempuan. Hal inilah yang mungkin salah satunya membuat Tempat itu terkesan kacau balau susunannya.

Tapi bukankah di Liang Anggang dan landasan Ulin masih ada TPU?

Bahkan yang di Liang Anggang itu kalau tidak salah lebih rapi dan juga kuburan laki laki dan perempuan dipisahkan.

Kalau saya kelak mati (meskipun sampai sekarang belum berniat dan belum ikhlas untuk mati). Saya mau keluarga saya TIDAK melakukan yang namanya menujuh hari, menyeratus hingga mehaul.

Kalau sudah mampus ya mampus sahaja. ga usyahlah para keluarga merepotkan diri memperingati kematian menggunakan acara acara yang tingkat merepotkannya mendekati kerepotan penyelenggaraan pernikahan.

Bisa ga ya? Ah bisa ga bisa yang jelas semoga saja kejadiannya bukan dalam waktu dekat ini.
Pakacil bilang begini:
Memang di Ulin dan Liang Anggang juga ada, tapi beberapa TPU di sana adalah alkah keluarga, yg benar-benar umum ada beberapa, tapi spacenya juga kecil.

Di daerah Banjarbarunya sendiri yang kelihatannya perlu persipan lebih. Karena semakin banyak jumlah penduduk akan semakin banyak pula yang akan 'diskonek' nantinya.

TPU Gt. Lua Bjb sekarang sudah memisahkan lakiČ & perempuan kok.
soulH  - auk kada sembahyang     |04 10 2008
Gravatar image auk kada sembahyang Id pang, bangun jam 10 auk kira masih puasa
Pakacil bilang begini:
hemmm... ck...ck...ck...
*setakat ini cuma komenmu yg pendek*
nia  - numpang iklan koment     |05 10 2008
Gravatar image pakacil, maaf bangetzzz .. koment untuk blog aku emang statusnya close, tar aku nyobain aplikasi shoutmix buat yang pengen koment, mudah-mudahan berhasil .. tks bangetzzzz ya .. he he he ..  
Pakacil bilang begini:
duh Nia... ternyata begitu ya
jangan terlalu tertutup dong
*ehekkss.. maaf, keselek*
cumie  - lebaran lebaran     |05 10 2008
Gravatar image banjarbaru tambah padat, mudahan kriminalitasnya kd nambah lagi. selama beberapa tahun ini alhamdulillah enak kemana saja di sudut banjarbaru.

Itulah politik partai,publikasi yang bagus dengan bagi air minum.

Belum kepikiran klo TPU, berhubung mudik ke sudan jadi kd bisi keluarga di banjarbaru hehe.. Mudahan TPUnya nanti lebih besar dari yang di guntung lua tersebut.
Pakacil bilang begini:
makanya dipikirkan Om.
mau booking? siapa tau lahan yg baru belum siap.
ichal  - kalo aku gini     |05 10 2008
Gravatar image kalo aku death..pesannya "kuburku jangan di pasangin kain2 warna kuning atau di keramatkan..  ,takut mati ,ngga usah idup ,nyesel idup lebih baik mati
Pakacil bilang begini:
yang mau ngeramatin kamu sapa?
kasih tau orangnya sini !

anna  - bener tuh     |06 10 2008
Gravatar image Anna shalat Ied di masjid Al Ikhlas loktabat :-D 
Tentang TPU Gt. Lua, bener tuh pa.. tinggal petak arah selatan yg belakang SD ajah yg tersisa utk TPU Banjarbaru. Nini anna pernah ngomong, "sampat juakah kena kami disini" Ga bisa jawab deh anna... Jiarah tiap tahun ke 4 makam disini, entah tahun depan... Semoga nini2 anna panjang umur... Amieeennn
Pakacil bilang begini:
amiin...
tukang jaga plane  - tpu   |17 10 2008
Gravatar image Yang penting nangai bukan tempat kuburnya tapi apa yang dibawa aja kena, yang penting kita msh bisa kemakam dan kita tidak takut pergi kemakam karena jauh dan menyeramkan,tapi makam guntung lua sdah familiar dan strategis ditengah kota biar kita jgn sombong karna pd akhirnya kesana jua..
Pakacil bilang begini:
tak ada yg salah dengan yg Anda sampaikan Om..
tapi nampaknya kita memang harus antisipasi lokasi baru. Karena persoalan ini nantinya juga akan terkait erat dengan tata ruang & wilayah Kota Banjarbaru.
Gt. Lua memang sangat dekat dan tidak menyeramkan, tidak ada yang menyalahkan itu. Tapi pasti akan penuh juga, karena kita semua memang pasti 'diskonek' nanti. Lantas, kalau tidak disiapkan yang baru sebagai antisipasi? memangnya jenazah bisa dibuang di bak sampah?
Komentar apa kali ini?
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Mohon Pengertiannya...
Komentar Tak Sesuai Topik dan/atau Komentar Lain pada suatu Topik
Harap dimuat pada Buku Tamu

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Pakacil ANTI PENJILAT
Aruh Blogger '09
Kayuh Baimbai 
Blogger Banjarbaru Menulis
Pakacil's Partial Feed
Pakacil's Full Feed
feed image
Pakacil Bakisah
Maraga Kahandakan Bakoyo

Haji Ipul, abahnya Kacil, tamasuk urang nang rajinan banar. Mun kada rajinan, nyata banar sidin kada taurusi kabun sidin nang palaluasnya di kampung nitu. Mambahanu, parahatan hauran nang lain, sawat...
tuntungakan ! kalu kapuhunan !

Kisah nang lainnya ...
mengitari Banjarbaru
Banjarbaru di Kepala Saya (01)

article thumbnailahh... setelah saya perhatikan betul-betul, sudah cukup lama saya tidak menuliskan sesuatu dalam kategori Mengitari Banjarbaru pada magazineblog saya ini. Entah karena apa, bisa jadi karena...
selengkapnya ...

Terus Mengitari Banjarbaru ...
Pakacil - Sudut Lain
Entah Sampai Kapan Keyakinan Itu Ada

article thumbnail"Bagaimana Bang? Berikanlah kesempatan ini kepadanya, setelah itu, kita bisa atur posisi yang tepat untuk Abang..." Lelaki yang dipanggil abang itu tersenyum, diteguknya es teh, salah satu minuman...
selengkapnya ...

Mungkin di sudut lain ...
tulisan terbaru Pakacil