www.pakacil.net

Banjarbaru di Kepala Saya (01)
Rabu, 19 November 2008
Pakacilahh... setelah saya perhatikan betul-betul, sudah cukup lama saya tidak menuliskan sesuatu dalam kategori Mengitari Banjarbaru pada magazineblog saya ini. Entah karena apa, bisa jadi karena akhir-akhir ini tenggelam dalam berbagai lamunan dan pekerjaan sehingga sejenak mengistirahatkan panca indera saya mengitari Banjarbaru.

okehhh.. sodara sodari, kali ini saya akan bercerita tentang kota yang telah membesarkan saya ini. Kota yang menyimpan banyak hal dalam memori jangka pendek dan panjang saya. Tarik nafas sendiri dalam-dalam, jangan tarik nafas orang lain, sebab saya akan mulai...
 
Banjarbaru

Pertanyaan sederhana saya munculkan untuk diri sendiri, yakni, apakah saya betah tinggal di Banjarbaru dan pernahkan memutuskan untuk tinggal di Kota lain? Jawabannya adalah betah dan tidak pernah memikirkan untuk pindah kota !!!

Jika pertanyaan itu disampaikan secara lisan, maka akan terdengar jawaban saya yang cepat dan tegas, tanpa keraguan sedikitpun.

Banjarbaru dalam mata saya adalah sebuah kota yang kecil namun menarik. Tapi tidak juga menurut beberapa kenalan saya, Banjarbaru adalah sebuah kota yang cukup besar secara relatif jika dibandingkan dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia ini, dan kota-kota itu adalah kota-kota yang sering terdengar di media dari pada Kota Banjarbaru. Ahh... saya tidak tau pasti soal itu, namun tidak satu orang yang mengatakan demikian. Mungkin kalau saja saya menjadi anggota DPRD Banjarbaru, dan sering melakukan studi banding dengan biaya daerah ke Kota lain akan mampu melakukan studi komparasi. Tapi mustahil... karena saya tak pernah berminat untuk menjadi caleg.

Akses yang sangat mudah menuju Banjarbaru dan di dalam Banjarbaru membuat saya senang. Bandara utama propinsi Kalimantan Selatan pun terletak di Banjarbaru, selaiknya Bandara Juanda yang terletak di Sidoarjo. Mungkin cuma karena lucu saja, kalau nama jurusan penerbangan itu dirubah menjadi Banjabaru - Sidoarjo makanya kemudian ditetapkan sebagai Banjarmasin - Surabaya.

Aksesibiiltas dari dan ke Banjarbaru sungguh sangat mudah. Bahkan, sekolah paling jauh di Banjarbaru pun dapat dengan mudah di akses dengan menggunakan kendaraan roda empat. Tapi  entah kenapa, sampai saat ini saya belum juga habis menelusuri seluruh sudut Banjarbaru. Hehehe... ini memang persoalan lain.

Jalan-jalan primer dan sekunder di Banjarbaru hampir tidak ada yang buntu, semua saling terkait laiknya sarang laba-laba. Apalagi dengan aturan dari Pemerintah Kota Banjarbaru yang sejak beberapa tahun yang lalu tidak memperkenankan lagi penggunaan aspal goreng dalam melakukan peningkatan kualitas jalan. Penggunaan latasir ini tentu membuat kualitas jalan di Banjarbaru lebih baik. Lagi pula mungkin dikhawatirkan dengan penggunaan aspal goreng akan ada pengusaha konstruksi yang nekad berkreasi menggunakan aspal rebus.

Bayangkan pula Anda jika tidak berkendaraan tanpa membawa surat menyurat yang lengkap, lantas di kejar-kejar polisi, tentu sangat mudah untuk menyusuri jalan-jalan di Kota Banjarbaru, Anda tidak akan menemukan jalan buntu. Hanya keterampilan Anda berkendara yang memutuskan keberhasilan Anda. Jika Anda tetap tertangkap, maka percayalah, nasib buruk sedang menimpa Anda.

Murdjani BanjarbaruFasilitas umum dan ruang publik di Banjarbaru juga tersedia. Paling tidak, ada wilayah yang dijadikan tempat konsentrasi massa tidak hanya sehari dalam seminggu, bahkan setiap hari. Tempat itu bernama lapangan Murdjani. Ini adalah sebuah ruang publik yang terbuka, dan kalau menurut orang-orang jawa, mungkin bisa dinamakan alun-alun. Kalau Anda pernah ke Bandung, maka bayangkanlah Gasibu. Ya... macam itulah Murdjani.

Cuma yang kurang adalah demonstrasi yang menggunakan lapangan ini. Demonya itu-itu saja, tidak ada demo terobosan. misalnya tumpah ruahnya warga Banjarbaru untuk memaksa saya menjadi Walikota.

Murdjani yang relatif luas ini memang dikelilingi oleh perkantoran dan diatapi oleh langit terbuka. Tapi diantara udara  Murdjani itu, terdapat sinyal wi-fi yang dapat kita gunakan untuk online dan menimkmati koneksi internet gratis yang disediakan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru. Bahkan, menurut salah satu sumber yang dapat dipercaya, soal koneksi ini akan ditambah untuk mengcover ruang publik di Banjarbaru, khususnya untuk kawasan Murdjani dan Taman Van der Peijl.

Oh.... ya.. Taman Van der Peijl, ini adalah sebuah lokasi terbuka yang tersedia panggung padanya. Seringkali diadakan acara-acara serius atau tidak ditempat ini. Walau juga Murdjani lebih sering digunakan untuk berbagai agenda besar berbentuk hiburan atau bukan.

Jika kita melangkahkan kaki ke Murdjani ini pada malam hari, maka di sekelilingnya akan banyak ditemui penjual kuliner, dari jagung bakar, roti bakar, pentol goreng, dll. Tinggal pilih. Pada ruas-ruas jalan tertentu yang tertata rapi di seputar Murdjani juga kerap digunakan oleh muda-mudi yang kurang pede untuk pacaran di tempat terang. Karena minder untuk berduaan di tempat terang itulah, mereka lebih memilih kawasan yang cenderung lebih gelap.

Mungkin, suatu saat dan memang pernah tercetus rencana untuk meningkatkan penerangan di kawasan-kawasan itu, tapi saya sangat skeptis hal ini akan terealisasi dalam waktu dekat. Masalahnya bukan ada pada Pemerintah Kota Banjarbaru, tapi masalahnya ada pada perusahaan setrum milik negara itu yang katanya lagi kekurangan daya. Siapa tau juga masalah ini akan terkait dengan aspirasi anak muda yang tetap menginginkan kawasan itu remang-remang.

Murdjani tidak hanya menjadi milik orang Banjarbaru, banyak orang dari Martapura (Kab. Banjar) dan Kota Banjarmasin yang datang ke tempat ini hanya sekedar untuk bersantai, karena memang hanya Banjarbaru yang memiliki tempat macam ini. Ya.... Banjarbaru diuntungkan oleh sejarah...

Ya... saya tidak pernah bermimpi untuk pindah ke kota lain & bertekad bahwa saya akan tetap tinggal di Banjarbaru dan mengabdikan diri saya di Banjarbaru. Ahh.. ini sih sebuah cita-cita yang mulia bukan? Maklum saja... saya adalah lulusan beberapa kali penataran P4.

Harus diakui, bahwa Banjarbaru memiliki kawasan pemukiman yang lebih tertata dan mudah dijangkau. Bahkan, biaya membangun rumah di Banjarbaru, lebih jauh irit dari pada membangun di Banjarmasin, terutama untuk bangunan beton. Hal ini di dukung oleh persoalan lahan di Banjarbaru yang lebih bagus dan bukan rawa.

Pemukiman baru banyak tumbuh di Banjarbaru dengan berbagai nama dan tipe. Hanya satu hal yang saya tidak suka, yakni kalau pengembang itu memaksimalkan keuntungan dengan membangun perumahan tipe kopel (baca: couple). Itu lho... rumah yang pada satu sisinya berdempetan. Macam rumah saya di Malang. Kalau di Jawa mungkin bisa dimaklumi, karena sudah sedemikian tingginya harga tanah dan sempitnya lahan pemukiman, apalagi di tengah kota.
Banjarbaru

Masih banyak yang ingin saya ceritakan tentang Banjarbaru, tapi harus saya akhiri dulu, karena sudah jam 8 pagi. Sudah saatnya istirahat sejenak, mengheningkan diri barang 1 - 2 jam kalau tidak keterusan. Saya akan sambung lagi cerita tentang Banjarbaru ini dalam sisi lainnya.

Bisa jadi nanti saya akan berbagi tentang ragam tempat di Banjarbaru, dan berguna bagi Anda yang belum pernah ke Banjarbaru. Misalnya saya akan menuliskan tentang daftar penginapan atau Guest House yang bertebaran di Banjarbaru (dengan tarif per-penginapan 750ribu/tahun untuk ditampilkan informasinya).
 
Komentar
Tambahkan Komentar
Amed  - Ada yang kurang....     |19 11 2008
Gravatar image Tidak ada cerita soal lampu merah (yang cuma satu-satunya dan sekarang sudah jadi digital) ya? 
Pakacil bilang begini:
tenang Om... tunggu edisi berikutnya, bukankah dijudulnya ada angka 01?
lagi kompilasi cerita di blog tentang Banjarbaru
Sarah Luna  - Kapaaan ya??     |19 11 2008
Gravatar image Jadiii.. kapan ya saya bisa jadi warga Banjarbaru??, Hiks... Impian yang akan segera terwujud. hihi...
Di tunggu info lainnya tentang Banjarbaru. Biar banyak persiapan buat menjadi warga BJB.. Berlebihaaaan...
Pakacil bilang begini:
duh Sarah... tidak harus sudah berkeluarga kok untuk tinggal di Banjarbaru. Langsung saja.
Jadi, kapan nikah? eh.. maksudnya pindah?
deden  - kenapa harus pindah?     |19 11 2008
Gravatar image wah kota yang rame juga kalau dilihat dari kacamata Pakacil. ini diambil dari image Ikonos milik pemkot kah?

Ini persis (halah, nanti saya dibilang penjilat) sama dengan saya, mulai lahir, besar, sekolah, kuliah, pacaran, kerja, menikah, hingga menulis komentar ini pun masih di Kota Samarinda.

wassalam,
deden.
Pakacil bilang begini:
tepatnya poto udara manual Om, benar-benar manual yg diambil pake pesawat dan kamera. Tapi tentu bukan saya yg ambil potonya & minta dirahasiakan sumbernya.
Kalau tak salah, Pemko juga punya citra Quickbird.
ahh... ini kan kerjaannya Om ya? hihihihi...

*ga mau kalah mode:on*
tapi pernah digigit anjing di Samarinda ga? kalau saya sih pernah, di Banjarbaru...
*ga mau kalah mode:off*
Manusiasuper     |19 11 2008
Gravatar image Banjarbaru kota favorit kedua saya, setelah london..

Sudah mbangun rumah di banjarbaru sejak 3 tahun lalu. Tapi da bisa didiami karena perusahaan setrum da masang setrumnya, kurang ajar daya..

Sementara untuk rumah di london masih menunggu mencari lokasi yang tepat..
Pakacil bilang begini:
London?
bangun boi.. bangun..!!!
siang-siang kok mimpi buruk !!!
*bawa baskom penuh air sabun*
Rahman  - makan murah     |19 11 2008
Gravatar image
nambahin aja pakacil..
makan di BJB murah bnr..
beda dengan kota2 lain ..meski tidak ada yang bs dijadikan standar..

Pakacil bilang begini:
kalau soal murah atau mahal memang relatif sih, tapi paling tidak saya sepakat kalau lebih mudah menemukan tempat makan yg cocok dengan lidah saya.
Mia  - Hm..     |19 11 2008
Gravatar image Wah..Banjarbaru ? Nge-bosenin ! Lebih betah di Banjarmasin walopun kudu rela macet bermandi debu wal polusi. Tapi nongkrong na rame ... (biasa Cafe Tendean), nah terus deket Cafe tuh ada yang jual Siomay plus Batagor Parahiyangan..Wuuuu, Ajiiib ! Tempat gawe juga deket aja ama rumah. Jadi kalo beraktifitas kayaknya lebih smangat di Banjarmasin. Kalo di BAnjarbaru, jalanannya bikin serem -banyak yang suka ngebut, udahlah jalannya kecil gitu banyak truk lagi...wiii !!!- jadi kalo mudik, paling gue main PS, liat tv kabel, leyeh** trus nongkrong di Belfas. Males na keluar rumah. Paling juga beli makan di Madina
Pakacil bilang begini:
wah?!? di Banjarmasin harus rela mandi debu dan polusi ???
wahhh.. di Banjarbaru tidak separah itu Bu...
sungguh, makanya saya betah.

heh?!? makan dimana?!? Madina?!? hayyahhh... kok ya sama dgn saya. Itukan di Banjarbaru?
ichal  - sama mas.     |19 11 2008
Gravatar image Sejak meninggalnya abah, ibu selalu pingin pindah ke sulawesi, tapi saya katakan bahwa, di kota ini abah lahir dan meninggal, kita pun harus seperti itu, meninggal pun harus di kota ini.. wiihhhhh..sangar

gak kerasa udah 10 tahun saya di banjarbaru
Pakacil bilang begini:
mengharukan dan membanggakan Chal...
tapi memang sangar...
cumie  - lebaaayyy     |19 11 2008
Gravatar image wkkwkwkw... mantap banar informasinya jadi hiri handak jua beolah postingan tentang banjarbaru nah, saya betah juga disini pakacil, 9 tahunnnn dan rasanya semua begitu indah. 
Banjarbaru itu malangnya pulau jawa !  
Pakacil bilang begini:
segeralah tulis kalau begitu, buktikan cintamu pada Banjarbaru, minimal dengan KTP-mu...
warmorning     |19 11 2008
Gravatar image banjaruisme,
kota yg keren memang, makanya saya memilih bermukim disini...
hmm, tapi rumah saya tidak kelihatan di peta di atas ..
Pakacil bilang begini:
nanti kalau ingat saya carikan deh Om rumahnya. Kalau sudah ketemu, mau dikasih warna apa? atau mau digeser sekalian?
andrie  - wuihhhhhhhhhhhh.....     |19 11 2008
Gravatar image wah.... dulu saya sering ke BJB tuh....
ada kerjaan pasang-pasang jaringan, he...
dulu saya pernah nyasar disana (dihutan pinus, kalu nggak salah), tapi toh keluarnya kejalan besarnya juga... soalnya nggak sesusah waktu pertama kali saya ke BJM...
Pakacil bilang begini:
salah satu hutan pinus dekat dengan rumah saya di Banjarbaru.
Pasang jaringan di Banjarbaru? ini bisa berarti nambahin saingan saya
nia  - bjb     |19 11 2008
Gravatar image biarpun cuman pernah sebentar tinggal di Bjb .. sungguh Bjb itu memang tempat yang bikin betah untuk bertempat tinggal.

Iya kan Pakacil .. iya kan????? betah kan?????
Pakacil bilang begini:
iyaaaaaa.... betahhhh Buuu... !
jadi, kapan pindah lagi ke Banjarbaru?
benkyongeblog  - ngomongin murdjani     |19 11 2008
Gravatar image btw nyinggung soal murdjani, wid jd ingat ma paman pentol yg sering jualan di sana... lun kd tau ngaran na.. tp dia sering di panggil Gondrong, nah sidin tu mirip banar lawan pian om pakacil ae... sama2 Gondrong tp tenang ja om, wahini paman Gondrong dah potong rambut.. jd kdd saingan pian lagi...
Pakacil bilang begini:
ah syukurlah kalau beliau sudah potong rambut. beberapa hari yang lalu juga sempat memikirkan untuk potong rambut, takut kena razia preman soalnya.
Hera  - Seep abiz..     |19 11 2008
Gravatar image Hmm..
Bjb t4 lahir saya.. sudah 21 tahun saya disana..(yah,dipotong2 dikit ma pas kuliah lah,he) ga kerasa yah..
Tk di shandy puTra..
SD di mawar..
Trus di Spensa n smansa bjb.. (nah lho? malah asal'usul,hi6x)

pokoknya, d'best city i ever had lah..(hm..kalo dijogja gmana ya? masih ga secantol ma bjb sih.. karna banyak kenangan yg trcipta disana.. halah')

btw, pa kbr es Klamud smada? hobbies? sauna? palagi ya? hm..batagor melvin??
:-)
Pakacil bilang begini:
ahh Hera, soal kenangan itu jgn terlalu diceritakan dong... *sok tersipu malu*
paling tidak, SD kita sebelahan, saia di Dahlia.
kabar mereka semua mungkin baik-baik saja, paling juga flu ringan, soalnya lagu musim huja. Oh ya... Pak Melvin yang asli sudah kembali ke Banjarbaru lagi, dan buka warung di dekat kolam renang. Sudah tau atau belum?
haroen  - Banjarbaru.....kota IDAMAN ( idaman siapa..ayooo)     |20 11 2008
Gravatar image Banjarbaru..
mungkin kota nang paling INDONESIA diseluruh Kalsel. Disini semua suku ada, berbagai Agama ada, rukun, damai, (hampir) ga ada DEMO-kecuali demo alat masak sama MLM di arisan ibu-ibu-hehehe..
Bebas macet, bebas banjir (?)= belon pernah klo pakacil?
bebas kutu, polio dan sariawan..
Sudah selayaknya disini jadi IBUKOTA PROPINSI.
tapi sejujurnya sih, ulun pengennya Banjarbaru ya kaini ja, biarlah cukup Banjarmasin ja nang DAUR ( ). Kita disini adem-adem jaa..jadi mun handak beramian , hanyar kita ke Banjarmasin, balik ke Banjarbaru, tenang lagi  .
horeeee...
Pakacil bilang begini:
Banjarbaru memang tenang. Kalau soal bebas polio, ente memang yg paling tau Om.. sesuailah dengan pekerjaannya.
Entah bagaimana Banjarbaru 5-10 tahun lagi, masihkan seperti ini...
dillah edutech  - Kada tarasa,,, dah 1 tahun di bjb????     |22 11 2008
Gravatar image wah....
kota banjarbaru mank kota idaman dah. seger nget2.....

uln kada tarasa dah 1 thn dbjb... jadi hndak balawas ge nah dbjb uln...   ....

tpi bisalah yu bang jadi urng bjb z(trsa abang sendiri)
KTP za kd2 balum nah....

bljar jua nyaman dibjb. pokoknya nyaman2 samuan....  

tpi ada pank nah kd nyamannya. lagi bnyak tgs nah dikampus..
jadi lemez he......
Pakacil bilang begini:
sip.. sip...
semoga betah di Banjarbaru Om
Komentar apa kali ini?
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Mohon Pengertiannya...
Komentar Tak Sesuai Topik dan/atau Komentar Lain pada suatu Topik
Harap dimuat pada Buku Tamu

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Selanjutnya >
Pakacil ANTI PENJILAT
Aruh Blogger '09
Kayuh Baimbai 
Blogger Banjarbaru Menulis
Pakacil's Partial Feed
Pakacil's Full Feed
feed image
Pakacil Bakisah
Maraga Kahandakan Bakoyo

Haji Ipul, abahnya Kacil, tamasuk urang nang rajinan banar. Mun kada rajinan, nyata banar sidin kada taurusi kabun sidin nang palaluasnya di kampung nitu. Mambahanu, parahatan hauran nang lain, sawat...
tuntungakan ! kalu kapuhunan !

Kisah nang lainnya ...
mengitari Banjarbaru
Banjarbaru di Kepala Saya (01)

article thumbnailahh... setelah saya perhatikan betul-betul, sudah cukup lama saya tidak menuliskan sesuatu dalam kategori Mengitari Banjarbaru pada magazineblog saya ini. Entah karena apa, bisa jadi karena...
selengkapnya ...

Terus Mengitari Banjarbaru ...
Pakacil - Sudut Lain
Entah Sampai Kapan Keyakinan Itu Ada

article thumbnail"Bagaimana Bang? Berikanlah kesempatan ini kepadanya, setelah itu, kita bisa atur posisi yang tepat untuk Abang..." Lelaki yang dipanggil abang itu tersenyum, diteguknya es teh, salah satu minuman...
selengkapnya ...

Mungkin di sudut lain ...
tulisan terbaru Pakacil