
Satu hal yang rasanya sangat sulit untuk menjadi kenyataan bagi diri saya adalah jika saya tiba-tiba memperoleh sesuatu yang tidak bisa saya kategorisasikan sebagai sebuah keberuntungan atau kemalangan. Sesuatu itu adalah misalkan saya beranjak keluar dari pertapaan saya ini sudah disapa dengan ramah oleh Sigi Wimala, begitu melanjutkan perjalanan dalam gang kembali berpapasan dan diberikan sebuah senyumnya Artta Ivano. Begitu keluar dari mulut gang menuju jalan besar, saya tiba-tiba diminta mampir oleh Mulan Jameela untuk mendengarkan sedikit dendangnya. Saya meneruskan perjalanan, di tengah jalan saya kembali bersua dengan Dessy Ratnasari untuk di ajak ngobrol barang sejenak.
Sungguh, itu jelas sebuah
hil yang mustahal, kalau boleh mengutip kata-kata Asmuni.
Kalau pun tak boleh ya sudah, karena saya sudah terlanjur mengutipnya. Namun, sekalipun mustahil, tetap saja saat ini saya merasa terus menerus ditatap para seleb pada tingkatan yang berbeda, namun jelas sama, yakni kadang kadang bisa bikin
gregetan.

Bayangkan, begitu menyusuri jalan menuju jalan sekunder di kota Banjarbaru ini, saya sudah disuguhi sebuah spanduk ucapan selamat Idul Fithri dari salah satu calon anggota DPRD Propinsi Kalimantan Selatan. Begitu berada di mulut jalan, persis di pertigaan jalan, saya kembali di sapa ramah oleh sebuah baliho kecil milik seseorang yang entah pingin jadi apa, karena yang saya tau namanya sudah pasti tak ada di daftar caleg. Hanya ada rumor yang mengatakan bahwa pemilik wajah yang terpampang mencoba ramah itu adalah seseorang yang berminat menjadi calon walikota di Banjarbaru ini.
Terus saja saya berjalan, tetap saja kerap kali di sapa ramah oleh spanduk, baliho, maupun bendera dengan berbagai pose, ucapan dan senyuman. Mungkin karena momen 'Idul Fithri masih tak lama yang lalu, sehingga ucapan selamat lebaran dan permohonan maaf lahir bathin banyak menghiasi berbagai macam banner itu.
Tak hanya banner milik perorangan yang menyapa saya, tapi juga banner milik duet atau kelompok. Ada yang pasang pose biasa saja, persis pas foto, namun ada juga yang sambil melakukan aksi pose tertentu yang sekiranya mendukung penampilan. Ada yang nekad memasang banner menjelaskan soal kepercayaan, padahal masih aktif sebagai legislator saja sudah bolos sekian lama.
Ah.. saya benar-benar merasa di kelilingi para seleb...
Karena memang mungkin tiada beda dengan apa yang mereka lakukan dengan apa yang terjadi pada diri para seleb. Benang merah yang menghubungkan kedua kelompok, selebriti dan politisi itu adalah memang popularitas. Bahkan kini kian banyak seleb yang mencoba karir baru sebagai politisi.
Penyanyi selalu pingin kaset dan cd lagunya banyak dibeli, pelaku seni peran, tentu ingin perannya disaksikan oleh banyak orang. Karena dengan itu mereka semua akan menjadi kian populer. Politisi daerah ini juga begitu. Mencoba untuk menjadi populer. Mereka memang mungkin tidak perlu mengeluarkan dana sebanyak para calon anggota DPR-RI, tapi jelas harus melakukan usaha memperkenalkan diri dengan berbagai cara, berusaha populer, dan akhinya berharap publik membeli rekaman suara dan aksi peran politik mereka melalui pembayaran suara pemilihan.
Ah.. saya benar-benar merasa di kelilingi para seleb ... namun...
SELEB...ar apapun banner yang dipasang, toh tidak membuat saya mengerti apa yang sebenarnya ada dalam kepala dan hati mereka semua itu. Karena itu adalah rahasia terdalam yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri beserta Tuhannya.

SELEB...ihnya adalah urusan pribadi masing-masing. Tak peduli apa yang mereka lakukan dengan banner itu. Tetap saja banner tak pernah cukup untuk menjadi sebuah bukti kelayakan. Apalagi bagi saya yang sudah terlanjur memutuskan untuk menggunakan hak pilih pada pemilu di Banjarbaru. Tetap saja saya harus mengutak-atik daftar caleg se-Kota Banjarbaru itu, karena dari total caleg yang akan duduk di DPRD Banjarbaru, saya hanya mengenal sekitar 5.7% orang saja. Sisanya sama sekali tak tau. Sedangkan untuk daerah pemilihan dimana saya akan menjatuhkan suara, saya hanya mengenal sekitar 7.7% orang caleg saja. Masih harus lebih banyak cari tau, jangan-jangan yang terbaik ada diluar dafar mereka yang sudah saya kenal.
mungkin sudut lainnya
gara-gara banyak banner ini, saya serasa di kelilingi seleb, namun entah kenapa tidak ada event organizer di Banjarbaru ini yang berminat untuk melaksankan acara
Caleg Idol, atau mungkin
DPRD Fantasi Banjarbaru.