|
Kamis, 01 Januari 2009 |
 1 Januari 2009 Dulu, sewaktu masih tahun 80-an, saya dan kawan membayangkan bahwa pada tahun 2000 itu sudah sebegitu canggih. Layaknya di pelem-pelem masa depan saja. Bahkan mobil-mobil pada umumnya sudah tidak menggunakan ban lagi, tapi mengambang dengan teknologi masa depan yang luar biasa hebat. Seperti kereta yang mengambang di Jepang itu. Untuk saya pribadi mungkin karena terpengaruh lagi Iwan Fals yang pernah menduga bahwa mungkin pada tahun 2000 oplet akan menjadi barang antik.
Dulu, saya membayangkan bahwa tahun 2000 itu gimanaaaa gitu, ternyata ya gitu-gitu aja... dan kini, sudah 1 Januari 2009. hemmm... Apa yang akan saya lakukan? Berikut ini adalah sedikit resolusi 2009 saya.
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
Rabu, 17 Desember 2008 |
Dulu, sewaktu kecil, rumah saya, maaf maksudnya rumah orang tua saya, berbentuk agak panggung. Maksudnya agak tinggi. Kurang tepat saja rasanya kalau rumah bukan dari kayu sekalipun tinggi tetap disebut rumah panggung. Mungkin sampai saat ini, kecamatan tempat saya tinggal pada masa kecil itu, seringkali kebanjiran, namun seingat saya dulu tidak sampai masuk ke dalam rumah seperti yang dirasakan seorang kawan saat ini.
Air setinggi hampir 1 meter itu hanya sampai di pekarangan, dan tidak sampai ke atas teras. Saya tidak tau kalau itu adalah sebuah musibah, yang saya tau persis itu adalah sebuah kesempatan berharga untuk berbasah-basah mandi di kala banjir. Sebuah kesempatan lain untuk bergembira.
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
Minggu, 07 Desember 2008 |
Bertepatan dengan terbenamnya matahari pada tanggal 7 Desember 2008, Saya mengucapkan ...

Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
Rabu, 03 Desember 2008 |
 Judul tersebut memang mengutip salah satu syair lagu milik Padi yang berjudul Begitu Indah. Namun ini memang tidak bicara soal lirik lagu, judul lagu ataupun siapa yang membawakannya. saya justru bicara tentang kehilangan. Yakni kehilangan keindahan. Bicara tentang pepohonan dan suasana yang dulu menyergap saat berada diantaranya.
Dulu... rumah ini mungkin menjadi ujung Kota Banjarbaru, karena di sekitar sini yang ada hanya hutan pinus dan tanaman-tanaman lain. Tapi tidak saat ini. Kini, sudah sangat sulit mencari pohon dan buah karamunting yang dulu banyak terdapat di sekitar pemukiman kami. Kini, sudah tidak ada lagi anak-anak pohon pinus yang akarnya meliuk-liuk indah, untuk dijadikan tongkat dan batangnya yang sangat bagus dijadikan alat permainan patuk lele layaknya masa kecilku.
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
Rabu, 26 November 2008 |
|
Hallo.. lagi di mana nih?
di rumah... kenapa?
anterin dong, ke pengadilan...
heh?!? suamimu?!?
sudahlah.. biarin aja !!!
Percakapan pendek dan menghentak di suatu pagi melalui saluran telepon nirkabel. Telepon yang datang dari seorang perempuan muda dan memasuki wilayah kesadaran saya setelah sebelumnya berhasil tidur mulai jam 12 malam untuk yang ketiga kalinya pada bulan ini.
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
Senin, 10 November 2008 |
 Tanggal delapan (baca: 8) Nopember kemarin adalah penerbitan pertama posting atau tulisan kawan-kawan blogger Kalimantan Selatan melalui Harian Radar Banjarmasin. Ini merupakan hasil sebuah kerja sama Komunitas Blogger Kalimantan Selatan, Kayuh Baimbai dan Radar Banjarmasin. Jelas saya mengucapkan selamat kepada mereka yang telah dan akan diterbitkan tulisannya.
Ucapan selamat ini mengawali rentetan ucapan selamat pada hari ini.
|
|
Memang masih ada lanjutannya...
|
|
|
| kisah Pakacil sebelumnya |
|