www.pakacil.net

Entah Sampai Kapan Keyakinan Itu Ada PDF 
Jumat, 19 Desember 2008
"Bagaimana Bang? Berikanlah kesempatan ini kepadanya, setelah itu, kita bisa atur posisi yang tepat untuk Abang..." Lelaki yang dipanggil abang itu tersenyum, diteguknya es teh, salah satu minuman favoritnya, dan kemudian meletakkan kembali gelasnya pada tatakan yang telah tersedia. Sejenak dipandangnya sang gadis, kemudian ia tersenyum.

"An...", demikian lelaki itu menyebut sepenggal nama sang gadis, "ini adalah sebuah permainan. Semua orang memiliki hak yang sama dalam permainan ini. Marilah kita bermain secantik mungkin dan lihatlah bagaimana hasilnya nanti". Lelaki itu menjawab sembari tersenyum dan sang gadispun tersenyum, samar terlihat kecut.
 
Memang masih ada lanjutannya...
 
Jadi Penikmat Saja PDF 
Senin, 15 Desember 2008
Akibat senang keluyuran kesana-kemari, pada suatu kesempatan perbincangan dengan fungsionaris beberapa partai, pernah dimintai pendapat dengan embel-embel sebagai pengamat. Dengan tegas saya menjawab, "Waduh Pak, tolong jangan sebut saya sebagai pengamat. Saya tidak memiliki kapasitas untuk menjadi pengamat. Lagi pula kalau harus menjadi pengamat, saya akan pusing karena harus terus mengamati dan kalau pengamatan saya salah akan lebih berbahaya. Lebih baik menjadi penikmat saja. Tidak perlu pusing-pusing. Mau salah atau benar, yang penting saya bisa menikmati".

pengamat?
jadi pengamat?
Kadang kala menjadi pengamat memiliki prestise tersendiri. Pengamat politik, pengamat pendidikan, pengamat ekonomi dan pengamat lainnya. Kemudian berkembang menjadi pengamat yang lebih khusus, mungkin bernama pengamat politik timur tengah yang khusus mengamati perpolitikan di daerah timur tengah, pengamat perbankan yang khusus mengamati soal-soal dunia perbankan. Bukan tidak mungkin profesi ini akan semakin mengerucut, menjadi pengamat konflik arab-israel, pengamat kesejahteraan guru, pengamat kejahatan perbankan, dll.
 
Memang masih ada lanjutannya...
 
Jangan Pertaruhkan Nasib Kami ! PDF 
Sabtu, 13 Desember 2008
berjalanDengan langkah canggung dia berjalan menyusuri koridor bangunan yang megah itu. Pantulan suara langkah kakinya dirasa menggema setiap telapak kakinya menghentak dihalus-haluskan pada lantai marmer yang licin tersebut. Suara pantulan itu seperti sengaja mencoba membentuk resonansi dengan degub gugup jantungnya. Karena ini adalah untuk yang pertama kalinya ia berkunjung ke gedung tersebut.

Tahun 1991, itu yang ia ingat. Gedung itu sudah terlihat sangat megah, dengan penghuni orang-orang yang berpakaian rapi serta hampir selalu mengenakan safari atau jas. Ia terus mencoba menenangkan diri dari rasa grogi. Sebagaimana yang pernah ia dapatkan, bahwa grogi tidak akan pernah bisa membantu menyelesaikan masalah.
 
Memang masih ada lanjutannya...
 
Menjadi Macam-Macam PDF 
Jumat, 12 Desember 2008
PakacilBersama dua orang kawannya, anak kecil itu mendatangi sebuah kebun cempedak yang dulu pernah ada di salah satu sudut Kota Banjarbaru, yang kini tempat itu sudah menjadi tempat sejumlah pelaku usaha baru menjalankan roda usaha. Satu orang yang paling tua diutus untuk memetik buah-buah cempedak yang dinilai sudah layak jual. Terus memetik dan mengisi dua buah karung plastik sehingga penuh.

Mereka bertiga berjalan kaki ke arah Pasar Bauntung di Banjarbaru untuk kemudian menjual buah cempedak atau yang disebut tiwadak dalam Bahasa Banjar itu. Buah cempedak laku keras, karena memang dari kulit sampai bijinya bisa dikonsumsi.
 
Memang masih ada lanjutannya...
 
Seragam dan Teknik PDF 
Rabu, 10 Desember 2008
Aduhh.. ternyata mereka mengenakan seragam panitia  !!!

PakacilItu adalah kalimat yang terlontar dalam kepala saya, bertahun-tahun lalu, saat masih berada di Bandung. Kalau tidak salah hari adalah Hari Minggu, 28 April 1996, namun saya tak turut ayah ke kota untuk naik delman istimewa. Karena seingat saya saat itu bertepatan dengan Hari Raya Idul 'Adha 1416 H, yang kalau tidak salah juga bertepatan dengan mangkatnya Ibu Tien Soeharto. Namun, ini bukan tentang beliau.
 
Memang masih ada lanjutannya...
 
Antara Keberanian dan Kebodohan PDF 
Jumat, 05 Desember 2008
bodoh
parah !!!
Entah gara-gara kualat sama beliau atau bagaimana walau saya yakin tidak, yang jelas saya kemarin juga kedatangan tamu yang bikin kaget. Yang pasti tamu kali ini bukanlah yang pernah saya ceritakan beberapa waktu lalu, atau seorang tamu yang hanya bisa saya ajak tertawa ria untuk melupakan sejenak hati yang gundah.

Tamu kali ini adalah binatang melata bernama ular. Saat saya bersiap-siap keluar rumah untuk pergi memenuhi jadual sebuah pertemuan, sontak saya dikagetkan oleh gerakan-gerakan yang layaknya menggeliat di depan pintu ruang kerja. Ya... rupanya ia tengah berada di teras dan tak mampu mengetuk pintu. Saya pun beranjak keluar melalui pintu sebelah. Benar saja dugaan saya, memang ular !!! Antara kaget dan takut, saya berlari masuk ke dalam ruangan dan bergegas mengambil.... Kamera !!!
 
Memang masih ada lanjutannya...
 
Pakacil ANTI PENJILAT
Aruh Blogger '09
Kayuh Baimbai 
Blogger Banjarbaru Menulis
Pakacil's Partial Feed
Pakacil's Full Feed
feed image
Pakacil Bakisah
Maraga Kahandakan Bakoyo

Haji Ipul, abahnya Kacil, tamasuk urang nang rajinan banar. Mun kada rajinan, nyata banar sidin kada taurusi kabun sidin nang palaluasnya di kampung nitu. Mambahanu, parahatan hauran nang lain, sawat...
tuntungakan ! kalu kapuhunan !

Kisah nang lainnya ...
mengitari Banjarbaru
Banjarbaru di Kepala Saya (01)

article thumbnailahh... setelah saya perhatikan betul-betul, sudah cukup lama saya tidak menuliskan sesuatu dalam kategori Mengitari Banjarbaru pada magazineblog saya ini. Entah karena apa, bisa jadi karena...
selengkapnya ...

Terus Mengitari Banjarbaru ...
Pakacil - Sudut Lain
Entah Sampai Kapan Keyakinan Itu Ada

article thumbnail"Bagaimana Bang? Berikanlah kesempatan ini kepadanya, setelah itu, kita bisa atur posisi yang tepat untuk Abang..." Lelaki yang dipanggil abang itu tersenyum, diteguknya es teh, salah satu minuman...
selengkapnya ...

Mungkin di sudut lain ...
tulisan terbaru Pakacil