sudut lain pakacil
pakacil mengitari banjarbaru
pakacil bakisah bahasa banjar
pakacil usul asal usil

Pemberitahuan

Seluruh tulisan yang ada di pakacil.net ini masih bisa diakses , misalnya hasil pencarian dari mesin pencari, termasuk komentar yang ada padanya, namun tidak ditampillkan dengan menggunakan menu utama, karena seluruhnya akan dipindahkan ke www.pakacil.com dengan menggunakan engine blog yang berbeda.

Terima kasih telah mengunjungi kembali pakacil.net sampai jumpa lagi di pakacil.com

Janji sang media baru
Rabu, 06 Agustus 2008
Pada editorial edisi pertama, Koran Sinar Kalimantan menuliskan sebagai berikut :
Sayup-sayup sampai misalnya, kini beredar isu adanya pihak-pihak dalam pers yang "berselingkuh" dengan kepentingan kekuasaan. Sebuah isu yang belum tentu benar adanya. Tetapi jika benar bagaimana? Tentu lah semua pemberitaan yang dilansir akan terkontaminasi oleh kepentingan orang per orang dalam institusi pers yang bersangkutan. Koran ini, Sinar Kalimantan, tak ingin terjebak dan menjebakkan diri, terjerembab dan menjerembabkan diri, pada kepentingan kekuasaan. Kami memilih berpihak pada kepentingan khalayak.

Sebuah media baru menceritakan adanya isu perselingkuhan pihak dalam pers dengan kekuasaan? Sudahlah, bagi kita mungkin tak perlu ngurusi soal semacam itu, katanya saja itu adalah isu yang belum tentu benar adanya, walau juga bisa dikatakan belum tentu salah adanya. Bagiku ini hanya sebatas teknik penulisan yang terkait dengan usaha penegasan tentang hadirnya media baru.

Kutipan utama kita mungkin sebaiknya pada janjinya. Bahwa, mereka tidak ingin terjebak pada kepentingan kekuasaan dan memilih berpihak pada kepentingan khalayak.

Arswendo Atmowiloto, mantan Bos Tabloid Monitor yang akhirnya harus menginap di Cipinang selama bebereapa lama itu, pada tengah 90-an pernah menulis dengan ringkas bawa janji akan tetap tinggal sebagai janji sebelum digenap atau diingkari. Jadi, pilihannya hanya ada dua, menggenapi/melaksanakan janji, ataukah mengingingkari janji. Tentu saja janji disini bukanlah janji macam syair picisan yang banyak dinyanyikan musisi sekarang itu. Ini adalah janji media.

Janji media adalah janji yang memiliki implikasi teramat luas. Karena media merupakan sebuah saluran yang memiliki banyak muara. Media, secara inheren memiliki kekuatan mempengaruhi. Kalau provokasi itu berarti sebuah tindakan yang dapat mempengaruhi oleh lain untuk berpikir dan mengambil suatu tindakan, maka media juga memiliki kekuatan untuk memprovokasi.

Media cetak saat ini di Kalsel memang masih menjadi sebuah media mainstream. Tidak sebagai mana situs berita yang memang sudah banyak beredar namun hanya bisa diakses dengan dukungan fasilitas koneksi. Koran, hanya dengan sekitar 2000 rupiah, kalau mau, bisa dibaca oleh puluhan orang secara bergantian.

Sehingga janji media terkait positioning dan sikapnya itu merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk digarisbawahi. Sisanya tinggal menunggu realisasi saja. Tidak lebih. Bagaimana kalau kemudian ingkar janji? gampang. Jangan di beli dan jangan pasang iklan. Sebagaimana diriku yang sudah tidak mau lagi pasang iklan pada salah satu media massa cetak di Kalsel ini, kapok...pok...pok...

Janji media tentu berbeda dengan janji blog. Lho, sejak kapan blog punya janji? Paling tidak blog ini yang memiliki janji dan janjinya adalah untuk tetap setia pada ego dan keyakinan pribadi dibaliknya. Idealisme? ahh, bagiku itu sudah sangat sulit dibedakan dengan egoisme.

Sehingga tidak ada masalah kalau ingin menuliskan sesuatu. Termasuk menulis soal media cetak yang beberapa kali ini sudah dilakukan. Bahkan pada salah satu tulisan yang menyangkut media cetak, bisa jadi pihak terkait kurang berkenan dan bisa jadi sewot. Ini hanya kemungkinan saja yang belum tentu kebenarannya. Yakin sajalah, kalau orang media itu tidak anti kritik kok, kan sudah biasa mengkritik. Sesederhana itu saja.


Itu adalah salah satu contoh positioning blog dan media konvensional. Bukan suatu hal yang mustahil, pada suatu waktu blog juga akan menjadi salah satu media yang memliki posisi khusus di Kalsel ini, terkait dengan persoalan sosial kemasyarakatan. Menjadi media alternatif? bukan mustahil.

Sembari mencermati Koran Sinar Kalimantan yang baru itu, diriku juga menunggu terbitnya Media Kalimantan, yang awal tahun lalu kami dengar akan dipimpin oleh seseorang alumnus Radar Malang. Untuk hal ini, setelah melakukan konfirmasi informal dengan salah satu orang dalam, benar katanya, mantan Radar Malang yang akan hadir.
  Ekstra Info :
Kalau ada yang berminat untuk mereview Sinar Kalimantan Edisi pertama dan janjinya, silakan download melalui link berikut ini :
 
Download Sinar Kalimantan Edisi 1 Hal 1-12.

Warn :
Pakacil tidak ada kaitan apapun dengan Sinar Kalimantan, dan Sinar Kalimantan jangan ge-er kalau ini dianggap sebagai sebuah bantuan promosi langsung. Ini hanyalah ajakan untuk mengamati posisi media cetak di Kalimantan Selatan yang masih harus terus berkembang ini. Layak atau tidak layaknya sebuah media menjadi bahan bacaan tergantung pada publik yang menjadi sasarannya.

Komentar
Hanya anggota terdaftar yang dapat menuliskan komentar!
Mohon Pengertiannya...
Komentar Tak Sesuai Topik dan/atau Komentar Lain pada suatu Topik
Harap dimuat pada Buku Tamu

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >