
Pakacil Pidato
Bukan karena terkena "Demam Obama", sehingga kemudian saya terbangun dari mimpi aneh saya. Namun karena memang terbangun saja, setelah memasuki alam tidur pada pukul 7 pagi tadi. Bukan pula karena mengagungkan proses demokrasi di Amerika sana, yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan peningkatan kesejahteraan di negeri ini, sehingga kemudian tangan saya bergerak untuk mencari channel TV yang menyiarkan pemilu di negeri om sam itu. Namun saya memang menanti sebuah pidato. Yaa.. sebuah pidato.
Saya tidak bisa memungkiri, bahwa kemampuan orasi seorang Barrack H. Obama sangat mantap dan menarik perhatian saya. Bahkan, seorang Will I Am pun menggubah pidato Obama menjadi sebuah lagu.
Hari ini, dalam pidato kemenangannya, ada sebuah kalimat yang benar-benar saya kutip dan saya ingat. Kalimat yang disampaikan Obama tersebut menyatakan,
I will listen to you, especially when we disagree.
Saya tidak tau dan memang tidak perlu untuk dicari, apakah sudah ada yang pernah mengucapkannya sebelumnya karena memang setiap orang bisa saja memiliki kemampuan berbicara. Namun yang membuat saya menggarisbawahi kalimat tersebut, adalah konteks dan momen saat kalimat itu diucapkan serta kemudian menariknya ke tataran lokal dan bahkan pribadi.
I will listen to you, especially when we disagree.
Saya akan mendengarkan Anda, terutama saat kita tak sependapat.
Paling tidak, mulai saat ini, kembali disegarkan dan diperkuat keyakinan saya, bahwa perbedaan adalah sebuah hal yang teramat biasa. Mencari kebenaran itu akan sangat berbeda dengan mencari pembenaran. Kalau kemudian perbedaan disikapi dengan pencarian pembenaran, maka tunggulah kekonyolan lainnya yang akan hadir.

Namun, saya juga sepenuhnya sadar, bahwa sangat berat untuk mewujudkan keinginan itu, bahkan untuk diri saya sendiri. Masih ada kesulitan-kesulitan lain yang menghadang dan kerap kali membuat saya menyediakan apologi bagi diri sendiri. Tenang saja, saya masih mampu mencari pembenaran untuk ketidakmampuan saya menerapkan hal itu sepenuhnya.