




| Saya Pilih Tuuuut, bukan Uut ! |
| Selasa, 11 November 2008 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kalau dulu, saat kita menghubungi seseorang melalui telepon maka yang terdengar adalah nada tuuut...tuuut... tuuut... dan itu sudah biasa. Namun saat ini, tentu sudah banyak yang mafhum kalau kemudian nada tunggu itu terdiri dari bermacam ragam, dari lagu bermacam genre musik, sampai dengan kelucuan bermacam jenis. Inovasi memang terjadi dalam banyak hal dan melalui beragam bentuk.Namun, kalau gara-gara pengganti tuuut... tuuut... itu seseorang ditertawakan, itu baru bisa jadi masalah. Yang ditertawakan tak lain tak bukan adalah saya sendiri. Mungkin lebih tepatnya bukanlah ditertawakan, tapi seorang kawan yang menelpon bertanya soal nada itu begitu terjadi pembicaraan. Kurang lebihnya pertanyaan itu adalah, "kok lagunya mendayu-dayu sih?" *sembari tertawa kecil yg dapat saya bayangkan sambil cengengesan pula*
heh?!? lagu apa?!? itu... lagu nada tunggunya... ha?!? nada tunggu?!? memangnya lagunya apa?!? bla... bla... bla... pembicaraan berlanjut sampai selesai.... Kalau begitu, saya simpulkan sendiri, bahwa persoalan ini harus segera dituntaskan, apalagi pada hari ini, dari salah satu operator, *maaf saya tidak akan menyebutkan INDOSAT sebagai operator yang saya gunakan itu* saya menerima sebuah SMS dari nomor 808 yang berisi Layanan NadaSapa i-Ring Anda akan diperpanjang otomatis pada .... bla... bla... bla... heh?!? diperpanjang?!? kok bisa?!? Kalau kawan atau kerabat saya menggunakan nada macam itu, bukan berarti saya juga menggunakannya. Karena memang saya jauh lebih menyukai nada tuuut.. tuuut... itu. Jujur saja, saya memang pernah mencoba menggunakan layanan itu, waktu pertama kali diluncurkan oleh Indosat. Namun hanya berjalan 1 bulan saya putuskan untuk tidak menggunakannya lagi. Benar-benar sudah saya hentikan. Kalau kemudian terjadi penggunaan nada tunggu baru pada nomor saya tanpa saya ketahui dan atas persetujuan saya, maka itu pasti ulah Jin. Saya yakin, itu pasti ulah jin. Bagaimana mungkin, sebuah operator yang sadar dan mengetahui, bahwa pelanggan memiliki hak untuk memilih layanan yang ingin digunakannya, memaksakan sebuah jenis layanan yang tidak diinginkannya kepada pelanggan itu. Ini pasti ulah jin yang menerobos masuk ke dalam sistem layanan operator dengan teknik interferensi gelombang pada jaringan sebuah operator.Kok bisa jin? jangan-jangan itu teknik marketing saja? Bahwa operator pada awalnya memberikan fasilitas promosi layanan bebas bea, tapi saat perpanjangan nanti baru akan dikenakan biaya. Bagi saya, ini bukan soal teknik marketing. Ini adalah soal pilihan, soal hak pelanggan, soal selera. Bukan soal pilihan ganda atau essai. Bahwa saya lebih menyukai tuuut... tuuut... dan bukan yang lain, titik. Kalau pada awalnya gratis dan saat perpanjangan yang dilakukan secara otomatis pelanggan akan dikenakan biaya, maka itu namanya jebakan. Kalau perpajangan otomatis dan pengenaan biaya itu tanpa sepengetahuan dan sepersetujuan pelanggan, maka bagi saya itu adalah perampokan. dan saya memutuskan, untuk yang kesekian kalinya menghentikan secara paksa layanan itu. Ketik STOP dan mengirimnya ke 808. Hasilnya adalah SMS balasan yang berisi... Layanan Nada Sapa i-Ring Anda telah dinon-aktifkan. Untuk berlangganan i-Ring kembali ketik REG kirim ke 808. Biaya registrasi Rp.5500+PPN dan untuk ganti lagu ketik SET Apalagi ini? sudah mau berhenti secara hormat, masih ditawari? Nekad juga marketingnya. Saya sudah putuskan dalam keadaan sadar dan tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak manapun juga, bahwa saya lebih memilih serta menyukai Tuuut... dari pada Uut !!! mungkin sudut lain...
Hanya anggota terdaftar yang dapat menuliskan komentar!
Mohon Pengertiannya...
Komentar Tak Sesuai Topik dan/atau Komentar Lain pada suatu Topik Harap dimuat pada Buku Tamu 3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|