| Surat Pengunduran Diri Seorang Caleg |
| Sabtu, 15 November 2008 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kawan, ini adalah sebuah surat pengunduran diri seorang Caleg yang saya terima sebagai sebuah tembusan pada dini hari tadi, dan nampaknya harus saya ketik ulang untuk disampaikan kepada semua karena bagi saya surat ini cukup menarik dalam penilaian yang sangat subyektif.
Entah apa yang membuat sang Caleg Muda tersebut mengirimkan surat ini, namun yang jelas surat ini sanggup membuat saya merasa salut, terharu sekaligus berpikir keras. Berikut lebih kurangnya isi surat tersebut .... Kepada Yth. : - Pimpinan Partai Politik .... - Komisi Pemilihan Umum Daerah Dengan hormat, Pertama-tama saya mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan saya kepada Partai ................ yang telah menempatkan saya sebagai salah satu calon anggota legislatif. Bagi saya, kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mengabdikan diri melalui partai dan lembaga legislatif adalah sebuah penghargaan yang besar. Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) ................ , yang telah melakukan proses verifikasi dengan profesional dan ramah. Saya terus berharap agar KPUD mampu memberikan kinerja terbaik untuk menjamin proses demokrasi di daerah kita ini berjalan dengan semestinya. Kepada setiap anggota masyarakat yang telah memberikan dukungannya secara pribadi maupun kelompok kepada saya, juga tak lupa saya sampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan kepada saya. Namun, terlepas dari itu semua saya menyadari... Bahwa menjadi seorang anggota legislatif bukanlah sebuah tugas yang mudah, yang dapat dijalankan hanya dengan bekal popularitas. Sekalipun saya juga meyakini bahwa hal itu tidak saya miliki sepenuhnya. Menjadi seorang anggota legislatif adalah berarti menjadi penyambung kepentingan segenap masyarakat yang sudah melepaskan diri dari sekat-sekat kepentingan politik partisan yang bernama partai politik. Popularitas yang dimiliki sedari awal atau popularitas sebagai sebuah produk keberhasilan kampanye yang akhirnya berimbas pada raihan jumlah suara, bukanlah sebuah faktor penting untuk mempu menjalankan tugas sebagai anggota legislatif. Kedudukan itu menuntut sebuah kemampuan sebab daerah kita memang tak dapat dibangun dan dikelola dengan hanya bermodal popularitas. Permasalahan kualitas ini pun tidak bisa dijamin hanya karena faktor keturunan para penguasa. Sebab individu yang berbeda tentu memiliki kemampuan yang berbeda pula. Bagi saya, penempatan posisi seorang caleg menurut asal usul keturunannya adalah sebuah usaha untuk membangun politik dinasti. Bagaimanapun juga, daerah kita bukanlah sebuah kerajaan yang tengah dikuasai oleh seorang raja untuk kemudian diteruskan oleh para keturunannya. Faktor keturunan tidak menjadi jaminan mutlak sebuah kapabilitas. Apalagi kemudian jika karena faktor keturunan ini saya ditempatkan di nomor urut utama yang secara matematis dan menurut gambaran peta hasil suara pemilu 2004 akan dapat disahkan sebagai anggota legislatif terpilih, tentu ini akan sangat menyakitkan bagi kader partai yang terlebih dahulu berada dan mengabdikan dirinya di partai. Langkah ini, yang walaupun secara pribadi saya nilai sebagai sebuah hal yang menguntungkan bagi saya pribadi, namun sesungguhnya akan menimbulkan luka bagi banyak orang lainnya. Akan ada anggapan, bahwa begitu mudahnya pengabdian dilupakan, ini akan menimbulkan apatisme terhadap partai sendiri. Karena itu semualah, dengan kesadaran penuh, bahwa saya masih memiliki waktu untuk belajar tentang banyak hal, untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan, dan tanpa disertai tekanan dari pihak manapun juga, saya menyatakan MENGUNDURKAN DIRI sebagai calon anggota legislatif. Semoga keputusan yang saya ambil ini adalah merupakan keputusan yang terbaik bagi semua. Terima kasih. mungkin sudut lainnyaAdakah diantara kalian, hai caleg-caleg muda se-Kalsel yang maju menjadi caleg nomor utama, yang mau diakui atau tidak memperoleh posisi itu hanya karena faktor keturunan, bersedia untuk meng-copy paste surat tersebut dan bersedia mewujudkan mimpi saya menjadi kenyataan? Karena untuk sebagian besar dari kalian, i know you... you know me... you and me, know same know lahh ... *oh ya, hebatkan bahasa inggeris saia?*
Mohon Pengertiannya...
Komentar Tak Sesuai Topik dan/atau Komentar Lain pada suatu Topik Harap dimuat pada Buku Tamu 3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

| Maraga Kahandakan BakoyoHaji Ipul, abahnya Kacil, tamasuk urang nang rajinan banar. Mun kada rajinan, nyata banar sidin kada taurusi kabun sidin nang palaluasnya di kampung nitu. Mambahanu, parahatan hauran nang lain, sawat... tuntungakan ! kalu kapuhunan ! |
| Kisah nang lainnya ... |

| Banjarbaru di Kepala Saya (01) selengkapnya ... |
| Terus Mengitari Banjarbaru ... |

| Entah Sampai Kapan Keyakinan Itu Ada selengkapnya ... |
| Mungkin di sudut lain ... |

- Karamunting
- 2000-9 dan 4000-18
- Kandangan, Tanuhi dan Doa Saya
- Hanya Sebuah Perjalanan Kecil
- Entah Sampai Kapan Keyakinan Itu Ada
- Saya Tahu Rasanya
- Jadi Penikmat Saja
- Jangan Pertaruhkan Nasib Kami !
- Menjadi Macam-Macam
- Seragam dan Teknik
- Selamat Idul Adha 1429 H
- 8 - 9 Desember 2008
- Antara Keberanian dan Kebodohan
mungkin sudut lainnya




