<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Pakacil Pinamusti</title>
		<description>Pakacil weBlog</description>
		<link>http://pakacil.net</link>
		<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2009 09:45:28 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<image>
			<url>http://pakacil.net/images/M_images/arrow.png</url>
			<title>Sindikasi</title>
			<link>http://pakacil.net</link>
			<description>Pakacil weBlog</description>
		</image>
		<item>
			<title>Karamunting</title>
			<link>http://pakacil.net/index.php/Asal-Jepret/Karamunting.html</link>
			<description>Sewaktu saya kecil, mungkin juga banyak di antara teman-teman memiliki hobi yang sama, yakni bermain-main ke sawah atau hutan atau tempat tertentu lainnya. Kebetulan tak jauh dari rumah saya terdapat sawah serta hutan pinus. Saya juga dulu suka bermain-main air di sawah, tapi saya tak sampai menemukan kepik emas (http://ardianzzz.blogspot.com/2008/12/aspidomorpha-tecta-dan-pemandangan-desa.html) sebagai mana yang diliat Mas Ardianz (http://ardianzzz.blogspot.com/).
&amp;#160;
Namun, dulu saat masih suka bermain di hutan dekat rumah, banyak tumbuh tanaman Karamunting. Seingat saya dulu ada dua jenis, karamunting biasa dan karamunting kodok. Karamunting kodok ini saya tak tau nama resminya, saya taunya menyebutnya begitu saja dari teman-teman, yang jelas bukanlah jenis yang tidak bisa dimakan. Mau liat karamunting?
</description>
			<category>Jepret - Asal Jepret</category>
			<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 08:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>2000-9 dan 4000-18</title>
			<link>http://pakacil.net/index.php/Personal/2000-9-dan-4000-18.html</link>
			<description>Dulu, sewaktu masih tahun 80-an, saya dan kawan membayangkan bahwa pada tahun 2000 itu sudah sebegitu canggih. Layaknya di pelem-pelem masa depan saja. Bahkan mobil-mobil pada umumnya sudah tidak menggunakan ban lagi, tapi mengambang dengan teknologi masa depan yang luar biasa hebat. Seperti kereta yang mengambang di Jepang itu. Untuk saya pribadi mungkin karena terpengaruh lagi Iwan Fals yang pernah menduga bahwa mungkin pada tahun 2000 oplet akan menjadi barang antik.

Dulu, saya membayangkan bahwa tahun 2000 itu gimanaaaa gitu, ternyata ya gitu-gitu aja...&amp;#160; dan kini, sudah 1 Januari 2009. hemmm...&amp;#160; Apa yang akan saya lakukan? Berikut ini adalah sedikit resolusi 2009 saya.
&amp;#160;</description>
			<category>Kolom - Personal</category>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 14:54:07 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Kandangan, Tanuhi dan Doa Saya</title>
			<link>http://pakacil.net/index.php/Komunitas-Kayuh-Baimbai/Kandangan-Tanuhi-dan-Doa-Saya.html</link>
			<description>Sudah beberapa hari rupanya saya tidak menuliskan atau bercerita sesuatu, mungkin ini tidak masalah. Tapi berbanding lurus dengan itu, saya juga belum menjawab pesan dari beberapa rekan, ini yang bisa jadi masalah bagi saya. Beberapa hari terakhir ini saya tenggelam dalam kepadatan akhir tahun dan juga beberapa hal, tapi saya harus kembali, dan hari ini saya kembali.

28 Desember 2008, saya mengawali hari dengan cukup cepat karena akan ikut serta berangkat ke Kandangan. Sebuah acara yang telah dipersiapkan selama beberapa waktu sebelumnya. Setrika pakaian sudah saya lakukan pada malam harinya, dan saat pagi menjelang, saya tinggal mandi untuk kemudian mengenakannya. Setelah anggota rombongan komplit terkumpul, iring-iringanpun berjalan. Satu lagi hari yang indah akan dilalui. eng... ing... eng....
&amp;#160;</description>
			<category>Kolom - Komunitas Kayuh Baimbai</category>
			<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 22:48:05 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Hanya Sebuah Perjalanan Kecil</title>
			<link>http://pakacil.net/index.php/Asal-Jepret/Hanya-Sebuah-Perjalanan-Kecil.html</link>
			<description>Beberapa hari terakhir ini, saya kerap bolak-balik ke Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Tentu saja karena urusan pekerjaan. Sejujurnya, saya sangat menyenangi setiap perjalanan ke Tanah Laut. Alasannya cuma satu, suasana. Perjalanan ke Tanah Laut adalah salah satu yang paling membuat saya merasa nyaman. Tidak&amp;#160; ada sesak debu dan aroma pekat polusi, melihat hamparan pepohonan, aroma tanah dan rerumputan basah yang selalu membuat saya bahagia, melihat pegunungan walau saya tak bisa naik-naik ke puncak gunung, yang mungkin tinggi tinggi sekali.
&amp;#160;</description>
			<category>Jepret - Asal Jepret</category>
			<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 13:57:27 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Entah Sampai Kapan Keyakinan Itu Ada</title>
			<link>http://pakacil.net/index.php/Sudut-lain/Entah-Sampai-Kapan-Keyakinan-Itu-Ada.html</link>
			<description>&quot;Bagaimana Bang? Berikanlah kesempatan ini kepadanya, setelah itu, kita bisa atur posisi yang tepat untuk Abang...&quot; Lelaki yang dipanggil abang itu tersenyum, diteguknya es teh, salah satu minuman favoritnya, dan kemudian meletakkan kembali gelasnya pada tatakan yang telah tersedia. Sejenak dipandangnya sang gadis, kemudian ia tersenyum.

&quot;An...&quot;, demikian lelaki itu menyebut sepenggal nama sang gadis, &quot;ini adalah sebuah permainan. Semua orang memiliki hak yang sama dalam permainan ini. Marilah kita bermain secantik mungkin dan lihatlah bagaimana hasilnya nanti&quot;. Lelaki itu menjawab sembari tersenyum dan sang gadispun tersenyum, samar terlihat kecut.
&amp;#160;</description>
			<category>Kolom - Sudut lain</category>
			<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 01:58:36 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Saya Tahu Rasanya</title>
			<link>http://pakacil.net/index.php/Personal/Saya-Tahu-Rasanya.html</link>
			<description>Dulu, sewaktu kecil, rumah saya, maaf maksudnya rumah orang tua saya, berbentuk agak panggung. Maksudnya agak tinggi. Kurang tepat saja rasanya kalau rumah bukan dari kayu sekalipun tinggi tetap disebut rumah panggung. Mungkin sampai saat ini, kecamatan tempat saya tinggal pada masa kecil itu, seringkali kebanjiran, namun seingat saya dulu tidak sampai masuk ke dalam rumah (http://united-community.blogspot.com/2008/12/banjarmasin-tenggelam-kamar-aq-jadi_17.html) seperti yang dirasakan seorang kawan saat ini.

Air setinggi hampir 1 meter itu hanya sampai di pekarangan, dan tidak sampai ke atas teras. Saya tidak tau kalau itu adalah sebuah musibah, yang saya tau persis itu adalah sebuah kesempatan berharga untuk berbasah-basah mandi di kala banjir. Sebuah kesempatan lain untuk bergembira.
&amp;#160;</description>
			<category>Kolom - Personal</category>
			<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 00:36:42 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Jadi Penikmat Saja</title>
			<link>http://pakacil.net/index.php/Sudut-lain/Jadi-Penikmat-Saja.html</link>
			<description>Akibat senang keluyuran kesana-kemari, pada suatu kesempatan perbincangan dengan fungsionaris beberapa partai, pernah dimintai pendapat dengan embel-embel sebagai pengamat. Dengan tegas saya menjawab, &quot;Waduh Pak, tolong jangan sebut saya sebagai pengamat. Saya tidak memiliki kapasitas untuk menjadi pengamat. Lagi pula kalau harus menjadi pengamat, saya akan pusing karena harus terus mengamati dan kalau pengamatan saya salah akan lebih berbahaya. Lebih baik menjadi penikmat saja. Tidak perlu pusing-pusing. Mau salah atau benar, yang penting saya bisa menikmati&quot;.

Kadang kala menjadi pengamat memiliki prestise tersendiri. Pengamat politik, pengamat pendidikan, pengamat ekonomi dan pengamat lainnya. Kemudian berkembang menjadi pengamat yang lebih khusus, mungkin bernama pengamat politik timur tengah yang khusus mengamati perpolitikan di daerah timur tengah, pengamat perbankan yang khusus mengamati soal-soal dunia perbankan. Bukan tidak mungkin profesi ini akan semakin mengerucut, menjadi pengamat konflik arab-israel, pengamat kesejahteraan guru, pengamat kejahatan perbankan, dll.
&amp;#160;</description>
			<category>Kolom - Sudut lain</category>
			<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 20:35:57 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
